Rektor IAIN Pontianak membuka secara resmi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2018, Senin (27/8) di Gedung Sport Centre IAIN Pontianak. Mengusung tema: Mahasiswa IAIN Pontianak Siap Menjadi Garda NKRI, Pengawal Islam Wasathiah dan Tangkal Radikalisme. Hadir dalam kesempatan kali ini Kasi Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Dr. Rohman Basori, M.Ag. Hadir pula Kepala Biro AUAK, Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Firdaus Achamd, M.Hum, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Abdul Mukti Ro’uf, MA.

Dalam kesempatan itu Rektor IAIN Pontianak memukul gong tanda dibukanya acara yang berlangsung 27 s.d. 29 Agustus 2018 yang disaksikan langsung oleh pejabat lainnya serta peserta PBAK 2018.
Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Suyati, S.Ag dalam laporannya mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini pertama, mengembangkan pemahaman dan penghayatan peserta terhadap sistem pendidikan di PTKI. Kedua, mengembangkan kecerdasan spiritual, emosional, intelektual, dan sosial. Ketiga, memupuk semangat solidaritas dan toleransi di antara sivitas akademika. Keempat, mengembangkan rasa memiliki dan tanggung jawab akademik sosial terhadap pilihan disiplin ilmu. Kelima, mengembangkan sikap kritis dan kreatif mahasiswa. Ia menambahkan jika sasaran kegiatan ini seluruh mahasiswa baru IAIN Pontianak Tahun Akademik 2018/2019 dan mahasiswa lama yang belum mengikuti PBAK dan kegiatan yang sejenisnya.
“Seluruh kegiatan PBAK dipusatkan di Gedung Sport Centre. Namun untuk hari kedua dan ketiga akan dibagi per-fakultas. FTIK dan FUAD di Gedung Auditorium Abdul Rani Mahmud sedangkan FSEI di Sport Centre.” Terangnya.
“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 1675 mahasiswa baru dari 1772 mahasiswa yang mendaftar. Seluruh peserta nantinya akan mendapatkan beberapa materi penting terkait orientasi kebijakan, pelayanan dan layanan, serta yang tak kalah pentingnya materi yang berkenaan dengan membumikan ajaran Islam wasathiyah dan menangkal gerakan radikalisasi pragmatis yang akan disampaikan oleh Kasi Kemahasiswaan Pusat.” imbuhnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa IAIN Pontianak, Burhanuddin memberikan apresiasinya kepada para sivitas akademika termasuk juga panitia yang telah berusaha mensukseskan kegiatan akbar ini. Pada kesempatan itu ia mengungkapkan jika peran pemuda sangat sentral dalam mewujudkan kemerdekaan negeri ini. Oleh karenanya pemuda hari ini juga harus lebih baik dari pemuda di masa lalu. Jika pemuda di masa lalu memperjuangkan kemerdekaan negeri, pemuda masa kini harus memperjuangkan hak rakyat guna mensejahterakan kehidupan bangsa.
“Hari ini kawan-kawan akan ditasbihkan menjadi Mahasiswa. Oleh karena itu peran dan amanah mahasiswa yaitu untuk memperjuangkan hak rakyat dan memperjuangkan kehidupan bangsa yang lebih lagi ke depannya.” ujarnya
“Kegiatan PBAK untuk mengenalkan budaya dan kebiasaan akademik di IAIN Pontianak. Maka dari itu ikutilah dengan semaksimal mungkin kegiatan ini. Apalagi motto yang diangkat kali ini, Mahasiswa IAIN Pontianak Siap Menjadi Garda NKRI, Pengawal Islam Wasathiah dan Tangkal Radikalisme. Motto ini menjadi tujuan dan ikhtiar kita bersama. Semoga dengan motto ini juga bisa membawa dampak yang sangat besar dalam diri dan kampus kita tercinta. Sehingga harapan dan impian IAIN Pontianak beralih status menjadi UIN Pontianak bisa segera terwujud.” pungkasnya.

Penulis: Septian Utut
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here