KOMSAN

Malam penutupan, Festival Teater Rakyat (FTR) Komsan IAIN Pontianak, Selasa, 24 Juni 2014 berlangsung meriah. Sebelumnya kegiatan ini telah dimulai dari tanggal 23-26 Juni 2014 dan diikuti sebanyak 12 sanggar, komunitas teater, dan penggiat seni di Kalimantan Barat, baik dari pelajar, umum, dan mahasiswa.

Dr ZaenuddinBerkesempatan hadir untuk menutup acara tersebut, Warek III Dr. Zaenuddin, MA, MA. Ia mengatakan Festival Teater Rakyat merupakan salah satu kegiatan budaya yang sangat penting, karena teater rakyat mengangkat budaya lisan, dan salah satu bentuk usaha revitalisasi buah kebudayaan yang menjadi identitas bangsa kita.

“Identitas kita salah satunya yang sangat penting adalah budaya lisan, Festival Teater Rakyat adalah kreativitas yang menumbuhkan budaya lisan yang salama ini sudah lama tidak didengar”, jelas dia.

Menurut Zaenuddin, kita mesti memperkuat identitas lokal, sehingga identitas bangsa Indonesia khususnya Kalimantan Barat menjadi tampak dan kita punya kesempatan untuk berpartisipasi dalam global village.

“Dalam global village ini, kita mampu menjadi satu warga dunia, dengan identitas budaya lisan di Kalimantan Barat, dan ini telah disemarak oleh komunitas santri IAIN Pontianak”, tandasnya.

Dia berpendapat, mahasiswa adalah pembelajar semuanya, belajar dibangku kuliah dibidang akademik, kehidupan sosial di masyarakat, berlatih untuk menempa diri dalam kegiatan berorganisasi. “Mahasiswa tulen adalah mahasiswa yang melakukan kegiatan pembelajaran akademik, dan non akademik, kedua-duanya saling mengisi satu sama lain”, tambahnya menegaskan.

Selanjutnya, panitia juga menghadirkan pendiri Komsan, Dr. Rully Nasrullah, M.Si pada acara tersebut bertindak sebagai Ketua Dewan Juri. Sebelum menyampaikan hasil penilaian peserta, pria yang biasa disapa dengan Aa’ sudah diminta untuk menyampaikan testimoni tentang Komsan. Ia hanya mengatakan “good”.

Rully mengaku bahagia bisa hadir pada Festival Teater Rakyat oleh Komsan IAIN Pontianak 2014. Dia juga menceritakan, “ada dua alasan penting, mengapa Komsan didirikan pada 18 tahun yang lalu, pertama saya tidak punya kontrakan atau pun kost sehingga saya bisa nginap di sanggar lebih dari 4 tahun”, ungkap Rully.

Kedua, paparnya melanjutkan, melalui kerja seni bisa menyampaikan banyak hal. “kalau kita berbicara secara akademisi, kita berteater, berpuisi, dan melakukan banyak hal yang berkaitan dengan seni merupakan salah satu cara untuk menyampaikan sesuatu secara tidak langsung”, ungkapnya menjelaskan.

Rully menganggap Teater Rakyat, mengutip kajian dramaturgi Erving Goffman (dramaturgical approach) 1956, adalah upaya merepresentasikan backstage (panggung belakang) menjadi sesuatu realitas yang baru bagi panggung yang di depan (frontstage) dengan cara yang berbeda.

“Jika kita memarahi anak atau tetangga dilakukan secara langsung bisa menjadi pertengkaran. Melalui teater rakyat, pementasan, pertunjukan-pertunjukan seni bisa menyampaikan sesuatu dengan cara yang lebih halus”, kata dia.

Dalam pertemuan singkat ini, Rully, juga membakar semangat penggiat seni dikalangan pelajar, mahasiswa dan komunitas untuk tetap berkarya pada masa mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here