PONTIANAK, (iainptk.ac.id)–IAIN Pontianak menerima kunjungan silaturahmi Rombongan Senat IAIN Salatiga, Rabu (3/10) bertempat di Ruang Senat IAIN Pontianak. Sebelumnya, terlebih dahulu Rombongan IAIN Salatiga ikut menghadiri Pembukaan Pameran, Expo, dan Launching Website Perpustakaan IAIN Pontianak.

Rektor IAIN Pontianak, Dr. H. Syarif, MA bersama Ketua Senat, Dr. Nani Tursina, M.Pd memimpin pertemuan dan silaturahmi tersebut. Hadir pula anggota Senat IAIN Pontianak lainnya dalam momen itu. Agenda terpenting dalam pertemuan ini yaitu membahas tata cara dan tahapan seleksi calon rektor di perguruan tinggi. Oleh karena itu, IAIN Salatiga memilih IAIN Pontianak sebagai tempat studi banding terkait hal tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Senat IAIN Pontianak mengucapkan selamat datang kepada Rombongan Senat IAIN Salatiga di IAIN Pontianak. Ia pun mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya menjadikan IAIN Pontianak sebagai tempat studi banding tentang Penjaringan, Pemberian Pertimbangan dan Penyeleksian Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pada Kementerian Agama.

“Hal ini sesuai amanah Peraturan Menteri Agama Nomor 68 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah; Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 7293 tahun 2015 tentang Pedoman Penjaringan, Pemberian Pertimbangan dan Penyeleksian Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pada Kementerian Agama.” jelasnya.

Kemudian Ia pun mengemukakan jika proses yang dilalui dalam melakukan penjaringan, pemberian pertimbangan, dan penyeleksian Rektor IAIN Pontianak berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tahapan yang berlaku. “Alhamdulillah dalam prosesnya kita ikuti semua aturan, mulai dari proses penjaringan bakal calon rektor, verifikasi berkas, PKD, pemberian pertimbangan kualitatif oleh Senat hingga akhirnya berkas tersebut kita kirim ke pusat.” paparnnya.

Sementara itu Rektor IAIN Pontianak, Dr. H. Syarif, MA mengemukakan proses penjaringan, pemberian pertimbangan, dan peyeleksian Rektor IAIN Pontianak berlangsung dengan aman dan menyejukkan. “Setiap calon yang berkompetisi menjadi rektor, masing-masing memahami regulasi dan menaati semua aturan yang ada. Semua mempersiapkan syarat yang diperlukan dan memahami tata tertib pencalonan. Dalam tahapan yang dijalani semua mengikutinya dengan baik.” ungkapnya.

Rektor pun menambahkan jika kesuksesan penjaringan, pemberian pertimbangan, dan peyeleksian Rektor IAIN Pontianak merupakan kerja keras bersama dari semua pihak. Tentunya hal ini tidak lepas dari keterbukaan dan kesolidan dari Panitia Penjaringan, Pemberian Pertimbangan, dan Penyeleksian Rektor IAIN Pontianak.

“Jujur saja dalam pemilihan panitia saya libatkan orang yang netral dan tidak terpengaruh dengan intervensi dari pihak manapun. Hal inilah yang membuat proses penjaringan, pemberian pertimbangan, dan penyeleksian Rektor IAIN Pontianak berlangsung dengan aman dan semua pihak menerima dengan lapang dada.” pungkasnya.

Penulis: Septian Utut
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here