PONTIANAK, (iainptk.ac.id)–Konferensi Antarabangsa Islam Borneo (KAIB) ke 11 yang digelar 24-26 September 2018 di IAIN Pontianak menghasilkan empat resolusi dari hasil pembahasan para akademisi dari 3 negara: Malaysia, Indonesia dan Brunai Darussalam.

Pertama: membentuk sebuah konsorsium yang dianggotai 7 universitas bagi memperkasakan penganjuran Konferensi Antarabangsa Islam Borneo (KAIB) dan juga program-program selain KAIB, sebagai wadah pembangunan ummah dalam aspek akademik, sosial dan ekonimi.

Kedua, Mewujudkan Pelan Strategik Ummah seiring dengan perkembangan Ekonomi Digital Islam Borneo (Islamic Digital Economy of Borneo-IDEB) untuk memacu perkembangan ekonomi ummah Borneo.

Ketiga, memartabatkan industri halal melalui penyelidikan dan pembangunan bersepadu antara pihak industri dan akademik di Borneo; dan

Keempat, mempergiatkan dakwah melalui kemajuan teknologi digital secara kolaborasi antara 3 buah negara (Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam) dengan membangunkan polisi-polisi Teknologi Maklumat (Information Technology).

Dalam kesempatan itu juga disampaikan pihak KAIB merasa begitu bertuah atas kehadiran Yang Terhormat Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, SH, M.Hum. Di samping itu juga dimaklumatkan bahwa KAIB XII tahun depan akan dilaksanakan pada 11-12 September 2019 di Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPU SB)Brunai Darussalam dengan tema “Ilmu dan Amal Penentu Kebitaraan Ummah”.

Penulis: Andry Fitriyanto
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here