Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (FTIK IAIN) Pontianak menggelar kegiatan uji kompetensi mahasiswa pada Selasa 15 Mei 2017 bertempat di Auditorium Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak. Sebanyak 117 mahasiswa yang terbagi ke dalam 18 kelompok akan menunjukkan keterampilannya dalam bidang seni tari, musik dan hastakarya. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan acara pengumuman pemenang dan pembagian hadiah beberapa cabang perlombaan yang dilaksanakan pada hari-hari sebelumnya. Acara yang diselenggarakan untuk memperingati milad jurusan PGMI yang ke empat tersebut dibuka secara resmi oleh Plt Rektor IAIN Pontianak Dr. Syarif, MA dengan pengucapan basmalah dan pemukulan gendang. Tampak hadir beberapa pejabat kampus, ratusan mahasiswa dan tamu undangan memadati ruangan.

Dalam sambutannya, Plt Rektor IAIN Pontianak menyatakan bahwa mahasiswa Jurusan PGMI harus bangga dengan almamaternya. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan pentingnya peran guru madrasah ibtidaiyyah dalam proses pendidikan bangsa Indonesia.

“Guru Madrasah Ibtidaiyyah merupakan transformator utama pendidikan generasi muda, mengemban misi perbaikan akhlak dan spiritualitas, serta berperan sebagai orang tua dalam lingkup sekolah,” pungkasnya. Ia juga menjelaskan bahwa saat ini madrasah sudah memiliki nilai tawar yang tinggi di mata masyarakat. Sehingga ada sebuah adagium yang berkembang, yaitu “lebih baik madrasah-madrasah lebih baik”. “Untuk itu, mahasiswa calon pendidik harus terus meningkatkan skill dan kapasitasnya untuk menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FTIK Dr. Lailiah Muhtifah, M. Pd memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menilai kemeriahan acara menunjukkan kreativitas yang tinggi dari seluruh sivitas akademika di Jurusan PGMI. “Kegiatan seperti ini sangat penting karena berguna sebagai bekal bagi calon guru madrasah di era persaingan global ini,” paparnya. Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa diajarkan 4C (Communication, Collaboration, Creativity, and Critical thinking). Menurutnya, hal tersebut juga harus dilengkapi dengan HOTS (higher order thinking skill). “Dua hal tersebut berlaku sebagai senjata dalam menghadapi berbagai tantangan kontemporer yang kian kompleks,” ujarnya.
Drs. Mansyur, M. Pd Ketua Jurusan PGMI menyampaikan berita gembira bahwa pada tahun ini, delapan puluh persen mahasiswa PGMI akan lulus tepat waktu. Mereka merupakan lulusan pertama dari jurusan yang terbilang muda ini. Ia menceritakan bahwa empat tahun perjalanan jurusan ini tidaklah mudah. Namun, berbagai kendala seperti keterbatasan dana dan tenaga pengajar tak menyurutkan semangat timnya untuk mengembangkan jurusan ini.

“Dengan kerja keras bersama, dukungan semua jurusan di fakultas dan ibu dekan beserta jajarannya, berbagai hambatan dapat kami atasi,” terangnya. Ia juga mengucapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada segenap pihak yang telah membantu setiap agenda yang dilaksanakan oleh jurusan yang dipimpinnya tersebut.

Ketua panitia kegiatan Uji Kompetensi Mahasiswa PGMI Joni Iskandar menyatakan bahwa rangkaian acara yang diselenggarakan pihaknya bertujuan untuk memunculkan dan mengasah bakat mahasiswa sebagai calon pendidik profesional di madrasah ibtidaiyyah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan ajang promosi dan sosialisasi jurusan PGMI kepada masyarakat luas. “Semoga Jurusan PGMI semakin diminati oleh para calon mahasiswa,” tuturnya. (Andry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here