PONTIANAK (iainptk.ac.id)–Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Prof. Nizar Ali, MA memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Konferensi Antarabangsa Islam Borneo (KAIB) ke-11 yang digelar di IAIN Pontianak, (24-27/9/2018).

“Saya mewakili Kementerian Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas kegiatan KAIB ini. Saya ucapkan terima kasih tak terhingga atas kehadiran Gubernur Kalimantan Barat pada malam hari ini” ujarnya saat memberikan sambutan acara Welcoming Dinner dan Open Ceremony, di Hotel Ibis, Pontianak pada Senin (24/9/2018) malam.

Prof. Nizar menjelaskan, “IAIN Pontianak sudah kami dorong untuk berubah menjadi UIN (Universitas Islam Negeri). Hanya saja masih terkendala pada ketersediaan lahan kampus yang belum memadai. Perlu kampus II. IAIN Pontianak hanya punya tanah 4 hektar. Belajar dari kampus-kampus negeri jiran, lahannya ratusan hektar. Kami juga dampingi akreditasi IAIN Pontianak” ungkapnya.

Dirjen PHU Kemenag RI menjelaskan, “KAIB XI menjadi media silaturrahim perguruan tinggi Islam di Borneo. Selain itu, KAIB menemukan jalan talent akademik menjadi langkah strategis dan penting. Kajian kontemporer dan manuskrip sangat penting. Tantangan era digital dengan menyajikan Islam yang ramah, Islam moderat itu penting. Islam Nusantara menjadi perbincangan. Bisa jadi Islam Borneo juga akan menjadi pertanyakan.

“Ekspolarasi dalam penyampaian kajian Islam Borneo. Prof. Nizar menilai bahwa KAIB mampu menutup kekurangan ruang kajian yang kurang selama ini. Kajian kontemporer. Tema yang diusung “Islam dalam Ledakan Era Digital di Borneo” menarik dan kekinian.

Penulis: Septian Utut
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here