Sejumlah 34 pejabat pelaksana akademik perangkat rektor resmi dilantik Rektor IAIN Pontianak, Rabu (25/7) Pukul 15.30 WIB di Aula Rektorat Lantai IV. Pelantikan kali ini difokuskan untuk Wakil Dekan I FSEI, Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua, dan Sekretaris Jurusan di Lingkungan IAIN Pontianak. Hadir dalam kesempatan tersebut para Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, pejabat non eselon lainnya yang dilantik sepekan lalu (Rabu, 18/7), pejabat eselon III dan eselon IV IAIN Pontianak.

Rektor IAIN Pontianak, Dr. H. Syarif, MA menyatakan bahwa pelantikan kali ini merupakan pelantikan lanjutan. Setelah sebelumnya dilaksanakan pelantikan serupa bagi pejabat non eselon di tingkat institut maupun lembaga. “Ketua dan Sekretaris Jurusan merupakan penerjemah paling praktis yang bersentuhan secara langsung dengan mahasiswa akan kebijakan pimpinan terutama bidang akademik”.

Rektor menambahkan, “Beberapa hal yang menjadi mandatori nasional yaitu kami para pejabat terkait seperti Warek I, Wadek I, dan lainnya akan melakukan standarisasi kompetensi bidang akademik yang harus dimiliki mahasiswa. Guna menguatkan konsep berbangsa dan bernegara yang dibingkai dalam NKRI.” terangnya.

Menurut orang nomor satu di IAIN Pontianak ini, PTKIN sebagai agen utama dalam kebebasan akademik yang bertujuan untuk keutuhan NKRI. “Hari ini ada beberapa kelompok tertentu yang mengatasnamakan kebebasan akademik, namun kenyataannya kebebasan akademik tersebut disalahgunakan untuk melakukan doktrinisasi tertentu yang mengarah pada gerakan radikalisme di kampus. Oleh karena itu guna menghindari hal tersebut, kami akan berupaya mengembalikan ruh ke-IAIN-nan dalam setiap kajian akademik di kampus.” tambahnya.

Rektor pun mengajak kepada kajur dan sekjur untuk bertanggungjawab terhadap akreditasi jurusan. Ia pun menegaskan dalam waktu dekat bersama pejabat terkait akan melakukan akreditasi lembaga. Oleh karena itu untuk mewujudkan hal ini akreditasi jurusan sangat berkaitan terhadap perolehan nilai akreditasi lembaga. Maka dari itu ia mengajak kepada seluruh elemen terkait untuk melakukan upaya peningkatan akreditasi di setiap jurusan. Hal ini penting karena akreditasi diakuinya dapat memberikan harapan bagi IAIN Pontianak untuk menjadi UIN di masa akan datang. Selain itu akreditasi dapat berpengaruh pada indeks bantuan pembiayaan anggaran kegiatan di kampus. Bahkan yang lebih penting lagi akreditasi menjadi kebanggan sekaligus modal dasar bagi mahasiswa untuk bersaing di dunia kerja.

Terakhir, Rektor IAIN Pontianak berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik, “Bekerjalah dengan fokus pada tusi masing-masing. Jangan terlalu banyak mengurusi tusi orang lain. Jangan menilai dan mencari kelemahan jurusan lain. Bagi jurusan yang telah baik berilah ide maupun gagasan yang dapat menjadi pertimbangan bagi jurusan lainnya yang sedang berkembang. Demi kemajuan IAIN Pontianak yang unggul dan berprestasi.” ucapnya mengakhiri arahan. *(Septian Utut).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here