Ketua Panitia Lokakarya SPMI, Helva Zuraya, M.Ag, merasa bersyukur atas kimetmen pimpinan IAIN Pontianak dalam mengimplementasikan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) secara berkelanjutan, berjalan secara baik dan disambut positif oleh stakeholders IAIN Pontianak.

Acara lokakarya yang diadakan LPM bertujuan untuk sharing dan penyusunan draft implementasi SPMI, Eva mengilustrasikan, SPMI apabila telah berjalan dan telah dilaksanakan oleh civitas akademika akan terlihat jelas antara satu unit dengan unit yang lainnya, demikian juga setiap dosen dengan pejabat struktural lainnya.

Untuk mendukung SPMI yang sesuai dengan harapan, Eva menjelaskan, diperlukan penataan organisasi yang dapat mengakomodasi dalam memenuhi kebutuhan standar, baik sesuai dengan standar nasional pendidikan Indonesia atau standar BAN-PT.

“Untuk itu penting suatu sistem organisasi dituangkan secara komprehensif dalam suatu pedoman agar menjadi pedoman bagi pengelola dalam menjalankan tugas maupun menjadi dasar penyempurnaan sistem yang ada”, ujar Eva.

Meskipun begitu, ucap Eva, kegiatan lokakarya SPMI merupakan kelanjutan dari pedoman sebelumnya, dimana sebelumnya pedoman SPMI yang sudah dibuat PPMP STAIN Pontianak harus direvisi menjadi pedoman SPMI IAIN Pontianak.

Selain itu, pungkas Eva, LPM IAIN Pontianak juga telah mengupdate regulasi terbaru SMPT nomor 49 tahun 2014 dan juga kurikulum KKNI tingkat Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan lokakarya SPMI tim bekerja untuk menyusun buku pedoman SPMI yang nantinya akan berisi draft-draft yang akan diflourkan dalam kegiatan workshop SPMI mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here