Ma’had Al-Jamiah IAIN Pontianak menyelenggarakan Festival Kesenian Mahasantri Tahun 2018 sekaligus berbuka puasa bersama, Kamis (24/5) bertempat di Ruang Teater Gedung Biro AUAK IAIN Pontianak. Secara resmi kegiatan tersebut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Zaenuddin, MA. Hadir pula Mudir Mahad Al-Jamiah, Dr. Syahri, MA beserta musyrif dan pengelola mahad lainnya. Beberapa pejabat juga tampak dalam kegiatan tersebut.

Ketua Panitia, Baihaqi, MA.,mengungkapkan jika agenda kegiatan ini berkat dukungan dari dana DIPA 2018. Kegiatan ini merupakan ide dari Mudir Ma’had Al-Jamiah untuk menggali potensi dan keterampilan yang dimiliki oleh mahasantri. Festival kesenian ini nantinya akan melombakan beberapa lomba diantaranya: Lomba Baca Puisi Bahasa Arab dan Inggris, Membaca Keindahan Shalawat, Nasyid, dan Kaligrafi.
“Saat ini ma’had mulai berubah. Dalam hal ini kami serius memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada mahasantri yang berhasil meraih juara pada masing-masing lomba. Juara I nantinya akan mendapatkan tropy + uang pembinaan Rp. 500.000,-, Juara II mendapatkan tropy + uang pembinaan Rp. 400.000,-, Juara III mendapat tropy + uang pembinaan Rp. 300.000,-. Tidak hanya itu selama kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan buka puasa bersama dengan seluruh mahasantri beserta panitia dan seluruh instruktur maupun juri.” paparnya.

Mudir Ma’had Al-Jamiah, Dr. Syahri, MA menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang semestinya harus dilaksanakan setiap tahun berdasarkan buku pedoman serta anggaran yang ada dalam DIPA Ma’had Al-Jamiah. Selain itu pihaknya memiliki program ekstrakulikuler dan membaca kitab kuning. Semua itu dilaksanakan guna memenuhi kewajiban yang telah diprogramkan dalam DIPA. Tidak hanya itu pihaknya juga melaksanakan program pembinaan tahfidzul qur’an.
“Sebagai laporan saja, posisi mudir ini sebentar lagi akan usai. Oleh karena itu saya ingin meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang positif selama di ma’had. Dengan dilaksanakannya festival ini saya harapkan seluruh mahasantri yang memiliki keahlian dan talenta dalam hal ini untuk mengikuti kegiatan secara aktif. Selamat bertanding dan semoga sukses.” ujarnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Zaenuddin, MA mengungkapkan, mahasantri mestinya harus ada yang menjelajah dunia karena disini selalu membiasakan diri berbahasa asing. Jendela dunia adalah bahasa. Saat ini masanya dunia global. Masyarakat asing dari berbagai negara sudah banyak yang datang ke Indonesia. Oleh karena itu persaingan semakin sengit dan harusnya ma’had bisa menjadi corong yang bisa bersaing dalam tantangan global tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu kegiatan sejenis ini.
“Selamat kepada seluruh mahasantri yang terlibat dalam kegiatan ini. Semoga dengan adanya penghargaan dan uang pembinaan dapat memacu semangat kepada seluruh peserta. Semoga prestasi ini tidak hanya terhenti di sini saja, melainkan dapat berlanjut pada kompetisi yang lebih tinggi lagi baik tingkat nasional maupun internasional. Selamat berlomba, berfestival, dan berbuka puasa.” tegasnya mengakhiri pembicaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here