Satu lagi capaian prestasi kerja sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak yang sangat membanggakan.

Jurnal al-Albab, salah satu jurnal yang ada di IAIN Pontianak, kini telah terakreditasi jurnal nasional.

Dr. Zaenuddin, MA., editor in-chief dari Jurnal al-Albab memaparkan, “Jurnal ini termasuk jurnal international berbahasa PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa), penulis dan editornya dari berbagai negara. Sudah terindek DOAJ dan Microsoft Academic Search. Jurnal tersebut telah terakreditasi nasional sejak 5 Juli 2018. Sudah terindeks di mesin pengindeks Ristekdikti yaitu Sinta dengan score Sinta 2, http://sinta2.ristekdikti.go.id/juornals/detail?id=19.

Pencapaian ini merupakan hasil kerja tim dan dukungan Pimpinan IAIN Pontianak.
Selain dukungan moral, Lembaga IAIN Pontianak juga telah menyiapkan anggaran walaupun belum maksimal. Ke depan jurnal-jurnal di IAIN Pontianak perlu diperhatikan lebih baik agar dapat mengikuti jejak Al Albab untuk terakreditasi” ujarnya sumringah.

Dr. Hj. Lailial Muhtifah, M.Pd sebagai penggagas Jurnal Al-Albab tersebut mengatakan”Saya mengapresiasi prestasi pengelola jurnal yang telah mencapai target sebagai jurnal terakreditasi nasional. Teruslah berikhtiar sampai mencapai ke jurnal bereputasi internasional terindex scopus. Tinggal selangkah lagi, karena index copernicus sudah tercapai. Jurnal berkualitas berdampak pada akreditasi IAIN Pontianak, profil kualitas dosen, reputasi IAIN Pontianak dan juga kepada distingsi kampus kita di tingkat nasional dan internasional. Selain itu visi IAIN dapat terwujud, karena jurnal Al-Albab adalah jurnal spesial visi IAIN yang terkait Pusat Kajian Borneo. Selain itu dampak lainnya meningkatkan semangat dan memudahkan dosen untuk ke Guru Besar yang sangat strategik dan efektif untuk perubahan IAIN menuju UIN” ujarnya.

Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif mengapresiasi capaian prestasi tersebut. “Selamat atas hasil yang dicapai tim al-Albab, jurnal Pascasarjana IAIN Pontianak. Bagian yang sangat penting dalam pengelolaan perguruan tinggi adalah eksistensi jurnal ilmiah. Jurnal terakreditasi saat ini menjadi kebutuhan primer ilmiah, baik akreditasi nasional terlebih internasional.”

Rektor Syarif melanjutkan, “Capaian oleh al-Albab menembus akreditasi international merupakan prestasi yang sangat baik dan harus kita maksimalkan ikhtiar untuk mempertahankannya. Ikhtiar yang telah dilakukan oleh tim Al-Albab kita jadikan model bagi jurnal lain di lingkungan IAIN Pontianak untuk menuju akreditasi nasional maupun internasional.”

Rektor menegaskan “Arah kebijakan Rektor IAIN Pontianak bahwa tahun 2019 kita harus telah memenuhi minimal target pencapaian 3 jurnal akreditasi. Pimpinan telah membuat kebijakan untuk full back-up usaha untuk pencapaian itu, baik dari segi pembiayaan maupun dari segi pembentukan tim. Arah kebijakan ini harus menjadi haluan kerja Kepala LP2M nantinya. Juga harus menjadi salah satu program prioritas yang sifatnya mandatori. Terkait hal ini, saya sangat penghimbau kepada seluruh tenaga pendidik dalam ini para dosen kiranya dapat mensupport kebijakan ini dengan meningkatkan partisipasi tulisannya untuk kelangsungan jurnal al-Albab dan jurnal-jurnal lain di lingkungan IAIN Pontianak. Bravo Al-Albab” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here