Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menyelenggarakan Pembekalan KKL Integratif 2018, Jumat (27/7) di Gedung Abdul Rani Mahmud. Rektor IAIN Pontianak membuka acara secara resmi. Kegiatan ini pun dihadiri oleh Bupati Kubu Raya yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kubu Raya yang juga memberi sambutan sekaligus materi dalam kesempatan tersebut.

Ketua Panitia KKL Integratif 2018, Dr. H. Hariansyah, M.Si menjelaskan jika kegiatan ini merupakan kegiatan akbar yang melibatkan begitu banyak partisipan dari kalangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang ada di IAIN Pontianak. Oleh karenanya dibutuhkan kerjasama yang baik kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyuksekan KKL Integratif 2018 ini.

“Apalagi akan ada 2 agenda besar seperti Peringatan 17 Agustus dan Hari Raya Idul Adha yang membutuhkan tenaga serta pikiran dari seluruh peserta KKL di lokasi daerahnya masing-masing. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 35 hari. Mulai dari 30 Juli s.d 3 September 2018. Dengan mengambil 55 titik lokasi yang dibagi menjadi 4 zona kecamatan yang ada di Kabupaten Kubu Raya antara lain: Kecamatan Sungai Kakap, Sungai Raya, Ambawang, dan Kuala Mandor B. Dengan total partisipan 858 mahasiswa.” paparnya.

Ketua LP2M IAIN Pontianak, Sukardi, SH., M.Hum mengatakan “KKL Tahun 2018 tidak hanya dipusatkan di Kubu Raya, melainkan hari Rabu kemarin kami mengantar 10 mahasiswa untuk mengikuti KKL Kebangsaan di Perbatasan Entikong. Tanggal 4 Agustus nanti LP2M juga akan mengantar mahasiswa ke perbatasan yang diikuti sebanyak 40 orang mahasiswa.” jelasnya.

“Kedatangan kalian bukan melakukan kegiatan seremonial belaka, kami berharap kalian bisa melakukan hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Jangan membuat masalah di tempat yang tidak ada masalah. Pandai-pandailah bersikap dan bijaklah dalam mengambil tindakan. Gunakan setiap jengkal tahapan mulai dari melihat, menganalisis, mendisikusikan, kemudian mencari solusi terbaik bersama untuk memecahkan masalah yang ada di masyarakat.” pesannya.

Bupati Kubu Raya yang diwakili oleh Kepala Bappeda Kubu Raya, Yusran Anizam, S. Sos., M.Si menyampaikan Kubu Raya dikenal dengan daerah 1000 sungai dengan 39 pulau yang terpisah-pisah. Jumlah penduduk Kubu Raya semakin tinggi hampir menyamai jumlah penduduk Kota Pontianak. Hal ini merupakan potensi bagi Kubu Raya untuk dapat berkembang di masa akan datang. Menurutnya, kedatangan Mahasiswa IAIN Pontianak turut membantu peningkatan IPM Kubu Raya yang saat ini masih di bawah Kota Pontianak dan Singkawang.

Rektor IAIN Pontianak, Dr. H. Syarif, MA berpesan kepada mahasiswa untuk bersikap bijak dalam mengatasi setiap masalah di masyarakat. Menurutnya mengabdi kepada masyarakat berbeda dengan menerima pembelajaran di kampus. Masih menurutnya, hari ini jika hanya membanggakan kepintaran semata tidak akan laku di masyarakat. Harus diimbangi dengan tata krama yang baik dan sikap rendah hati.

“Jangan menjadi penyulut masalah di daerah orang. Jadilah Mubayyin untuk Tabayyun. Tampillah sebagai orang yang ‘tengah-tengah’ di masyarakat. Jika ada masalah di masyarakat, ajak musyawarah. Jangan menjadi orang yang bermasalah di masyarakat. Jaga harumnya nama kalian sendiri, harumkan nama kedua orang tuamu, dan jagalah harumnya nama IAIN Pontianak di masyarakat.” nasihatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here