Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Pontianak, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum menghadiri kegiatan Pembekalan sekaligus Pelepasan Mahasiswa KKL Kebangsaan Kerjasama Puslitbang Kemenag RI dengan IAIN Pontianak, Selasa (24/7) Pukul 08.15 di Ruang Pertemuan Rektor IAIN Pontianak. Hadir selaku narasumber dalam kesempatan kali ini dari Peneliti Badan Litbang Kemenag RI, Ta’arif, MA, Dra. Hj. Faiqoh, M.Hum, dan Endang. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Ketua LP2M IAIN Pontianak, Sukardi, SH., M.Hum, Sekretaris LP2M, Dr. Yusriadi, MA, dan Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat, Sultan, MA.

Ketua LP2M IAIN Pontianak dalam laporannya menyatakan jika peserta yang berpartisipasi pada kegiatan ini berjumlah 10 orang. Dengan rincian dari Jurusan Pendidikan Agama Islam 5 orang, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 1 orang, Bimbingan Konseling Islam 1 orang, Muamalah 1 orang, Ahwalus Syakhsiyyah 1 orang, dan Ekonomi Syariah 1 orang.
Peneliti Litbang Kemenag RI, Dra. Hj. Faiqoh, M.Hum menyampaikan rasa syukurnya karena terjalinnya kerjasama yang baik antara Badan Litbang Kemenag RI bersama IAIN Pontianak. Ia pun menyatakan jika pihaknya mengapresiasi atas terpilihnya 10 orang yang berlatar belakang jurusan berbeda. Sehingga dapat memberi harapan yang besar bagi masyarakat nantinya.

“Persoalan yang terjadi di masyarakat salah satunya kemiskinan. Hal ini perlu sensitif di lapangan dan perlu mendapat perhatian. Khususnya bagi mahasiswa dari BKI yang dapat memberi pencerahan kepada masyarakat nantinya. Selain itu kegiatan ini juga harus menghasilkan output berupa laporan maupun catatan-catatan penting. KKL ini akan terlaksana selama 35 hari. Harus ada schedulle untuk menjadi arah maupun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.”ujarnya.

“Layanan pendidikan keagamaan memang belum banyak yang kita lakukan. Hal ini karena keterbatasan anggaran sehingga belum bisa maksimal. Kementerian Agama memiliki direktorat madrasah maupun perguruan tinggi. Dengan adanya hal itu, kami mohon akan ada rekomendasi-rekomendasi penting yang nantinya dapat menjadi tugas dari Kementerian Agama mapun kementerian lainnya dalam menanggapi persoalan yang ada di perbatasan.” tambahnya.

Dalam sambutannya Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Puslitbang Kemenag RI yang telah mempercayai IAIN Pontianak sebagai mitra kerja. Kerjasama ini tidak terhenti pada satu langkah namun akan menciptakan langkah-langkah baru. KKL ke depan dapat menjadi KKL yang integratif mata kuliah. Tidak hanya sekedar mengabdi namun beberapa mata kuliah bisa dintegrasikan dalam KKL.
“Disebut KKL Kebangsaan karena memang bangsa kita sedang ‘seksi-seksinya’ terhadap isu-isu yang dianggap bisa mengancam NKRI. Oleh karena itu, pesan kami satu yaitu jangan pernah menciptakan masalah di sesuatu yang tidak ada masalah. Kalaupun ada masalah, maka bersikap bijaklah. Hal yang perlu dilakukan adalah membaca masalah, mengidentifikasi masalah tersebut, selanjutnya merembukkan dengan pembimbing, dan akhirnya mencari solusi.” tegasnya.
“KKL ini merupakan program pengabdian. Ada proses kuliah disitu. Jika selama ini adik-adik mengenal learning to know di bangku kuliah. Saat ini kalian melakukan learning to life together. Tentu materi-materi yang disampaikan nantinya menjadi bekal bagi adik-adik dalam bertindak di masyarakat.” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here