pembinaan honorer

IAIN PONTIANAK, HUMAS – Pembinaan Tenaga Honorer 2014 yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak berjalan dengan lancar. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 12,13,19, dan 20 Juli 2014 tersebut menitik beratkan pada peningkatan disiplin dan kebersihan di lingkungan IAIN Pontianak.

Berbicara di depan sekitar 75 orang pegawai honorer, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan IAIN Pontianak, H. Abdul Halim H. Ahmad, Lc, MM, menekankan pentingnya disiplin dalam dunia kerja.

“Dengan sikap disiplin, hati akan menjadi tenang karena pekerjaan akan selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat. Selain itu, dengan disiplin juga karakter dalam diri bisa terbentuk menjadi lebih baik”.

Bukan tanpa alasan, Kepala Biro AUAK IAIN menggarisbawahi disiplin sebagai titik tolak kinerja para pegawai di kalangan IAIN Pontianak. Karena, menurutnya, dengan adanya disiplin maka kualitas kerja juga akan semakin baik.

“Saya agak sedih pada honorer dan PNS yang datang terlambat tapi pulang agak cepat. PNS harus memberikan contoh kepada tenaga honorer untuk lebih aktif. Sebaliknya, karyawan honorer jangan meniru perbuatan yang tidak baik dan bekerja dengan sebaik-baiknya berdasarkan tugas dan fungsinya. Saya harap setiap lini di unit kerja IAIN ini berusaha semaksimal mungkin menumbuhkan disiplin dalam diri masing-masing” tutur Abdul Halim.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Syarif, MA. disiplin penting diterapkan di IAIN Pontianak terutama disiplin dalam menjaga kebersihan.

Syarif merasa kecewa dengan standar kebersihan, namun baginya, dalam menjaga kebersihan setiap individu harus merasa bertanggungjawab. Lingkungan yang bersih secara tidak langsung menstimulasi pikiran dengan hal-hal yang bersih sehingga akan mempengaruhi kualitas kerja menjadi lebih bagus.

Sementara, Kepala Bagian Umum, H. Muhamad Dimyati, S.Sos, MM, menyebut, peningkatan kerja tenaga honorer tentunya mesti dibarengi dengan peningkatan hak yang didapat sebagai reward yang setimpal atas kewajiban yang telah dikerjakan.

Dimyati menjelaskan, selama ini gaji yang diberikan kepada tenaga honorer berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti pemasukan dari SPP mahasiswa.

Oleh karenanya, dia menegaskan bahwa kedepannya kesejahteraan tenaga honorer akan lebih diperhatikan. Terlebih lagi adanya anggaran di APBN untuk pegawai pemerintah yang bukan PNS atau disebut dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kedepannya, tenaga honorer bisa dialihkan menjadi PPPK atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja sehingga gaji yang dibayarkan akan diambil dari dana APBN. Kita akan mendorong para tenaga honorer ini untuk terus meningkatkan etos kerja sampai mereka bisa berubah status menjadi pegawai pemerintah meski masih berstatus kontrak”, paparnya.

Sejalan dengan apa yang diungkapkan Dimyati soal reward kerja, Syarif menambahkan bahwa penghargaan yang akan diberikan kepada tenaga honorer tidak hanya berupa gaji yang akan diterima setiap bulannya.

“Kedepannya kita akan coba mengadakan reward atau penghargaan untuk tenaga honorer yang berprestasi, yang memiliki kedisiplinan yang tinggi, dan pekerja keras. Dengan adanya award ini diharapkan akan menjadi motivasi untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik”, cetus Syarif.

Penyerapan tenaga honorer di lingkungan IAIN Pontianak termasuk masif. Saat ini, pegawai honorer yang bekerja di IAIN Pontianak berjumlah 75 orang. Petugas keamanan berjumlah 9 orang, cleaning service sebanyak 16 orang, 35 orang tenaga honorer yang tersebar di setiap unit kerja IAIN Pontianak, serta 15 orang rekrutan baru di tahun 2014 ini seiring dengan transformasi STAIN menjadi IAIN Pontianak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here