Program Unggulan, Rektor IAIN Pontianak Lepas 56 Mahasiswa Ikuti Kegiatan Kampung Riset

Gazebo IAIN Pontianak pada Kamis, 20 Juli 2017 dipenuhi para mahasiswa terpilih yang akan mengikuti kegiatan program unggulan LP2M IAIN Pontianak. Sejumlah 56 mahasiswa dilepas oleh Rektor IAIN Pontianak, Dr. Hamka Siregar, M.Ag untuk mengikuti kegiatan Kampung Riset. Para mahasiswa yang diambil dari semester 4 dan 6 tersebut akan melakukan penelitian mulai dari 20 s/d 27 Juli 2017 dan ditempatkan di zona yang mewakili wilayah daratan/pedalaman, pesisir, dan perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu.

Sebelum membuka acara secara resmi, rektor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat langka bagi mahasiswa dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. “Ini merupakan kesempatan yang sangat langka bagi mahasiswa. Peserta yang mengikuti kegiatan ini harus memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh. Saya berharap program Kampung Riset ini dapat menjadi percontohan bagi PTKIN yang ada di Indonesia,” harapnya.

Kampung riset bertujuan untuk melatih dan menghasilkan peneliti muda dengan mengkolaborasi antara dosen dengan mahasiswa dan memadukan antara ilmiah dan wisata. Kegiatan Kampung Riset ini merupakan program deversifikasi dari KKN (Kuliah Kerja Nyata). Mahasiswa yang telah mengikuti program ini, maka tidak perlu lagi mengikuti KKN pada tahun berikutnya.

Menurut Ketua LP2M IAIN Pontianak, Drs. H. Marsih Muhammad, M.Ag., “Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan Kampung Riset ini harus melakukan riset (penelitian) dengan bimbingan dari dosen-dosen yang telah ditunjuk. Setiap kelompok harus menghasilkan 1 tulisan. Tulisan terbaik akan diundang ke Kucing SarawakMalaysia untuk dipresentasikan,” paparnya.

Ada 11 Kelompok yang akan menempati 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, yaitu Kecamatan Hulu Gurung, Pengkadan, Boyan Tanjung, Bunut Hulu, Bunut Hilir, Jongkong, Selimbau, Batang Lipat dan Badau. Rombongan Kampung Riset berjumlah 75 orang terdiri dari 3 Tim Monitoring, 6 Panitia, 10 Dosen Pembimbing, dan 56 Mahasiswa. Output yang dihasilkan dari kegiatan ini ialah minimal 5 buku hasil riset lapangan dan 1 video tentang warisan budaya dan wisata Bumi Uncak Kapuas. Kegiatan ini mendukung program IAIN Pontianak untuk membuat Ensiklopedia Islamic Borneo Haritage. (Luthfy)

Related Posts

One Comment

  1. Dwi Wahyudi
    22/07/2017 at 7:27 am - Reply

    Beritanya menarik, sayang tidak disertai dengan dokumen pendukung. 🙂

Leave A Comment