PONTIANAK (iainptk.ac.id)–“IAIN Pontianak saat ini sedang berbenah. Ekspektasi masyarakat untuk kuliah di IAIN Pontianak setiap tahun terus meningkat. Tahun ini yang mendaftar 5000an calon mahasiswa. Tetapi yang bisa diterima hanya 1800an saja. Jumlah mahasiswa IAIN Pontianak saat ini 7000 anak bangsa yang kami didik. Lahan kampus yang ada saat ini hanya 4 hektar. Sudah tidak memadai lagi untuk menampung jumlah mahasiswa yang terus bertambah seiring dengan perkembangan jumlah prodi baru. Sudah begitu mendesak memiliki lahan kampus II. Kami punya kontribusi besar untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia di Kalimantan Barat ini. Karena itu kami mengharapkan bisa bersinergi dan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat”. Pernyataan itu disampaikan Rektor IAIN Pontianak, Dr. H. Syarif, MA saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Welcoming Dinner dan Open Ceremony Konferensi Antarabangsa Islam Borneo (KAIB) XI di Ibis Hotel (24/9/2018).

Rektor Syarif melanjutkan “KAIB menjadi peluang akademisi untuk meneliti kajian Borneo. Tema konferensi Islam dalam Ledakan Era Digital di Borneo menjadi urgen untuk diusung. Hal penting untuk disampaikan, Rektor PTKIN se-Kalimantan ingin bergabung dengan keanggotaan KAIB.”

Penulis buku Wujud di Balik Teks itu menambahkan “Kedua, Kajian Indonesia sangat fokus penelitian 58 PTKIN dalam rangka tangkal Radikalisme dan Mengejawantahkan Islam Washatiyah. Ketiga, KAIB menjadi forum strategis bagi akademisi. Keempat. Merekomendasikan journal khusus Islamic studies. Agar bisa tembus di scopus” paparnya.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300an peserta dari 3 negara: Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia. Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, SH.M.Hum membuka secara resmi kgtn KAIB XI yang digelar di IAIN Pontianak, 24-26 September 2018.

Penulis: Abdullah
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here