PAUD

Jurusan Pendidikan Guru Raudhatul Atfal (PGRA) IAIN Pontianak merupakan destinasi pavorit bagi calon mahasiswa baru, Jurusan ini tidak hanya memberikan prospek baru bagi kejuruan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan menyediakan program pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), atau Raudhatul Atfal (RA) sebagai jalur pendidikan formal, jenjang pendidikan pertama ketika anak memasuki usia 4-6 tahun.

Pasalnya, program pendidikan ini sedang berkembang di kota-kota sampai ke daerah terpencil, tentu, program ini menjadi perhatian bersama dan perlu disiapkan secara baik tenaga pendidik yang profesional. Hal ini dipandang serius, karena pendidikan pra sekolah bertujuan untuk membantu meletakkan dasar perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan anak didik dalam menyesuaikan diri dengan ling­kungannya.

Ketua Jurusan PGRA, Nur Hamzah, M.Pd, mengatakan, Pendidikan Guru Raudhatul Atfal FTIK IAIN Pontianak memberikan peluang agar anak-anak dapat berkembang dengan seluruh aspek kepribadian dan lingkungan melalui proses bermain, karena bermain merupakan prinsip yang melekat pada kodrat anak. Pada prinsipnya, lanjutnya, pendidikan guru Raudhatul Atfal yang diselenggarakan, bertujuan untuk memfasilitasi calon pendidik yang profesional dalam mendidik pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh.

Saat ini, Jurusan PGRA FTIK IAIN Pontianak membuka kesempatan bagi siswa-siswi yang akan atau telah menyelesaikan studi tingkat atas untuk mendaftarkan diri ke Jurusan PGRA pada tahun 2016 sebagai mahasiswa baru, dan calon pendidik bagi anak-anak usia dini.

Jurusan ini memberikan pelatihan-pelatihan khusus, dan pada tahun 2016 akan menyediakan laboratorium, serta alat peraga lainnya. Salah satunya Alat Permainan Edukatif (APE) sebagai Media Pembelajaran adalah untuk memperdalam konsep dasar bagi calon tenaga Pendidik Raudhatul Atfal. Selain itu, Jurusan PGRA juga memberikan mata kuliah keahlian seperti teori-teori pemkembangan anak dan lainnya guna menyiapkan calon pendidik yang memiliki ide kreatif, wawasan, dan pemahaman teoritik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here