Warisan Islam di Kalimantan, “Ladang” bagi Peneliti

dsc_0790Wakil Rektor III IAIN Pontianak, Dr. Zaenuddin, S.Ag., MA., MA., dalam arahannya saat pelepasan kegiatan Kampung Riset to Paradise ke-3, mengatakan  Kalimantan Barat mempunyai sejarah dalam penyebaran Islam, beberapa kerajaan Islam yang sudah dikenal pada tingkat lokal (daerah), nasional bahkan internasional. Karena itu, bumi Kalimantan (Borneo) menjadi ladang yang sangat subur untuk para peneliti kajian Islam.

Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat(LP2M) IAIN Pontianak harus dimanfaatkan sebaik mungkin, kita sebagai peminat dan peneliti kajian Islam yang tinggal di Kalimantan Barat harus dapat menelaah warisan budaya Islam tersebut sebagai obyek penelitian.

“Warisan budaya Islam di tanah Borneo harus dikaji, dan kitalah yang harus mengkaji warisan Islam tersebut sebagai penduduk yang tinggal di dalamnya. Khusus kajian tentang Islam Borneo, merupakan “ladang” penelitian yang masih banyak ditinggalkan oleh para peneliti,” tuturnya kepada 27 peserta Kampung Riset pada tanggal 07 November 2016.

dsc_0801Beberapa waktu lalu, warisan budaya Islam di Kalimantan sebagai obyek penelitian bagi para peneliti ini juga telah dipromosikan oleh Warek III ketika menjadi Nara Sumber dalam Acara Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) Tahun 2016, di IAIN Raden Intan Lampung, 03 November 2016.  Dalam persentasinya, Warek III mengkaji dua kitab yang ditulis oleh ulama-ulama Borneo. Pertama ialah kitab yang berjudul, Hikayat Raja-Raja Melayu, yang ditemukan di daerah Mempawah. Kedua adalah kitab yang berjudul, Berladang, yang ditemukan di Daerah Putusibau. Ini menunjukkan bahwa Islam di pesisir dan pedalaman Kalimantan Barat itu telah eksis sejak lama. Selain kedua buku tersebut, masih banyak lagi kajian Islam di Kalimantan yang perlu dikaji oleh para peneliti. Hal ini telah didengar oleh para peserta yang mengikuti kegiatan (ACIS) tersebut, baik peserta dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kampung Riset to Paradise ke-3 ini dilaksanakan selama sepekan mulai dari tanggal 7 s.d. 12 November 2016 di Desa Dabong Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa mendapat fasilitas pendampingan langsung oleh dosen pembimbing yang profesional di bidangnya. Mulai dari awal penyusunan perencanaan, pengumpulan data di lapangan, analisis data, penulisan laporan sampai penulisan buku dan ensiklopedi hasil penelitian. Oleh karena itu, outcome dari kegitan ini diharapkan dapat menghasilkan tulisan-tulisan dari para mahasiswa yang dapat dipublikasikan dalam bentuk buku dan artikel jurnal. Tulisan terbaik yang dihasilkan oleh para peserta akan difasilitasi oleh panitia untuk diterbitkan di jurnal yang terakreditasi Nasional.

Sebelum menutup sambutannya, Warek III mewakili atas nama pimpinan sangat mendukung sekali kegiatan ini. “Saya mewakili atas nama pimpinan sangat mendukung sekali kegiatan ini terlebih lagi dalam kegiatan yang dapat menghasilkan karya-karya tentang kajian Islamic Studies in Kalimantan yang dapat dipublikasikan. Silahkan kegiatan seperti ini terus dikembangkan. Kalau kegiatan ini merupakan salah satu dari diversifikasi dari program KKN itu lebih baik, sehingga menjadi ladang bagi mahasiswa dan dosen untuk meneliti dan mengabdi pada masyarakat,” himbaunya.

Related Posts

Leave A Comment