Wisuda VII IAIN Pontianak yang dibuka secara resmi oleh Ketua Senat IAIN Pontianak, Dr. Nani Tursina pada Sabtu (21/7/2018) begitu berkesan. Dalam kesempatan itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono SH., MH, hadir menyampaikan orasi ilmiah. Materi yang disampaikan bertajuk “Strategi Polda Kalbar Berkibar Guna Menjaga Kondusifitas Kamtibmas dan Mencegah Radikalisme di Era Globalisasi dalam Rangka Mendukung Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Barat”.

Kurang lebih satu jam lamanya, materi tersebut dipaparkan dengan lugas. Di awal penyampaiannya, Kapolda Kalbar menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat yang telah turut serta menjaga ketertiban dan keamanan selama berlangsungnya pesta demokrasi yang baru saja di lalui.

Selama berlangsungnya orasi ilmiah, tampak para audiens menyimak pemaparan dengan antusias. Tampilan slide power point yang diselingi dengan beberapa video menambah daya tarik akan konten materi yang disampaikan. Sesekali terdengar riuh tepuk tangan para peserta kegiatan sebagai bentuk atensi yang tinggi kepada orator. Orasi tersebut diakhiri dengan beberapa pesan penting kepada para wisudawan. “Jadilah agen perubahan dan pemimpin yang berjiwa pancasila. Buatlah negara ini menjadi bangga dengan Identitas lulusan IAIN Pontianak yang memiliki beragam prestasi,” ucapnya.

Terdapat tiga kesimpulan dari materi yang disampaikan. Pertama, situasi Kamtibmas di Provinsi Kalbar saat ini relatif kondusif. Tidak ada kejadian atau gangguan Kamtibmas yang menonjol. Situasi Kamtibmas yang dirilis pada pertengahan semester tahun 2018, menunjukkan trend kenaikan jumlah kuantitatif kriminalitas pada semua jenis gangguan Kamtibmas, yang didominasi oleh kejahatan transnational crimes (narkoba, illegal treding, smuggling, logging dan mining) serta kejahatan konvensional lainnya. Namun nilai tersebut merupakan langkah pro-aktif Polda Kalbar dalam rangka cipta kondisi khususnya menghadapi seluruh rangkaian agenda nasional yang terselenggara di Kalimantan Barat.

Kedua, strategi yang diterapkan oleh Polda Kalbar Berkibar dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas dan mencegah radikalisme di era globalisasi guna mendukung pembangunan daerah adalah dengan mengedepankan pro-aktif kepolisian yang promoter, dituangkan dalam wujud Program 100 Hari Kapolda Kalbar yang saat ini sudah dilaksanakan program jilid ke III.

Ketiga, Kondisi masyarakat yang diharapkan adalah masyarakat yang memiliki tingkat kesadaran dan kepatuhan yang tinggi terhadap hukum dan peraturan, serta memiliki partisipasi yang tinggi dalam upaya-upaya memelihara Kamtibmas dengan kemampuan daya tangkal, daya cegah, daya penanggulangan, serta daya rehabilitasi yang memadai terhadap berbagai gangguan Kamtibmas terutama dalam menyikapi perkembangan global dan paham radikalisme, yang mengedepankan islam moderat atau perspektif wawasan kebangsaan serta konsep kebhinekaan sebagai dasar pemikiran dalam kehidupan sehari-hari. *(Andry).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here