IAIN Pontianak

PKM MES IAIN Pontianak Lakukan Kunjungan Lapangan ke Kelompok Tani Keluarga Mandiri di Siantan Hilir

Pontianak, (iainptk.ac.id) 14/11/2025 – Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Magister Ekonomi Syariah (MES) IAIN Pontianak melaksanakan kunjungan lapangan ke kebun sayur di Siantan Hilir sebagai bagian dari kegiatan pemberdayaan dan pendampingan petani lokal. Pada kesempatan ini, tim didampingi oleh Pak Misrai yang kemudian membawa rombongan untuk bertemu langsung dengan Kelompok Tani Keluarga Mandiri, dipimpin oleh ketua kelompok, Pak Ali.

Kegiatan ini turut melibatkan perwakilan dari CSR Pertamina, yang selama ini memberikan dukungan kepada Kelompok Tani Keluarga Mandiri. Kolaborasi berbagai pihak tersebut menghadirkan diskusi komprehensif terkait tantangan dan kebutuhan petani di lapangan.

Diskusi utama berfokus pada permasalahan pemasaran hasil pertanian. Tim PKM menawarkan alternatif solusi berupa digitalisasi pemasaran untuk mempermudah akses pasar dan meningkatkan daya jual produk. Namun, Pak Misrai menuturkan bahwa upaya digitalisasi sebelumnya belum berjalan efektif karena keterbatasan biaya dan sumber daya manusia dalam pengelolaan pemasaran digital.

Selain diskusi, mahasiswa juga terjun langsung ke lahan pertanian untuk menyaksikan proses panen sayur seperti kangkung, sawi, dan berbagai komoditas lainnya. Potensi lahan yang luas dan hasil panen yang melimpah memperlihatkan bahwa aspek pemasaran menjadi isu kunci yang perlu mendapatkan perhatian.

Tim PKM turut mengusulkan opsi distribusi langsung ke pasar-pasar di Kota Pontianak. Namun berdasarkan informasi dari petani, seluruh pasar umumnya mengambil suplai sayuran dari Pasar Induk Flamboyan, sehingga strategi distribusi alternatif menjadi kurang memungkinkan. Selain itu, mayoritas petani di kelompok tersebut juga berperan sebagai pedagang yang langsung menjual hasil panennya tanpa melalui perantara.

Melalui kunjungan ini, Kelompok 2 PKM MES IAIN Pontianak memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika pemasaran di tingkat petani. Temuan lapangan ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi program pemberdayaan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Editor : Bambang