Pontianak (iainptk.ac.id) 24 Februari 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak tengah mematangkan persiapan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai langkah strategis untuk memperkuat literasi, inklusi, dan pengembangan ekosistem pasar modal syariah di Kalimantan Barat. Kerja sama ini dirancang sebagai kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, relevansi kurikulum, serta penguatan keterhubungan antara dunia akademik dan industri jasa keuangan.
Dekan FEBI IAIN Pontianak, Dr. Samsul Hidayat, MA, menegaskan bahwa MoU tersebut tidak dimaksudkan sekadar sebagai dokumen formal, melainkan sebagai fondasi kolaborasi yang produktif dan saling menguntungkan. “Kami ingin kerja sama ini benar-benar menghadirkan dampak nyata, terutama dalam peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, penguatan laboratorium pembelajaran, serta terbukanya akses lebih luas ke dunia industri pasar modal,” ujarnya kepada awak media.
Salah satu fokus utama kerja sama adalah penguatan kompetensi pengelola laboratorium FEBI. Melalui dukungan BEI dan Perusahan Sekuritas PT Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI), laboratorium FEBI akan diperkaya dengan perangkat pembelajaran, akses data, serta konten edukasi pasar modal syariah yang mutakhir. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga terbiasa membaca data riil, menganalisis laporan keuangan emiten, serta memahami dinamika pasar.
Dr. Samsul menambahkan, kerja sama ini juga mencakup fasilitasi BEI terkait sertifikasi profesi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan dukungan penyaluran kerja bagi lulusan. Menurutnya, sertifikasi merupakan instrumen penting dalam meningkatkan daya saing alumni FEBI di sektor jasa keuangan. “Kami ingin lulusan FEBI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang diakui industri,” jelasnya.
Dari pihak BEI, Pelaksana Harian Kepala Wilayah Kalimantan Barat, Ardhy Anto, menyampaikan bahwa FEBI IAIN Pontianak dipandang sebagai mitra strategis dalam pengembangan literasi dan inklusi pasar modal syariah di daerah. “Ke depan, Galeri Investasi Syariah FEBI diharapkan berkembang sebagai pusat literasi keuangan syariah di Kalimantan Barat, bukan hanya sebagai ruang informasi, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan aktivitas akademik,” ungkapnya.
Ardhy menjelaskan bahwa BEI akan mendukung penyediaan narasumber untuk kuliah tamu, seminar, dan workshop, serta membantu penyediaan logistik kegiatan akademik. Selain itu, mahasiswa FEBI akan difasilitasi untuk membuka rekening investasi syariah, sehingga budaya menabung sekaligus berinvestasi di pasar modal dapat ditanamkan sejak dini.
Dalam skema tersebut, terdapat pula dukungan dari KISI selaku mitras dari Galeri Investasi Syariah berupa pemberian saldo awal bagi pembukaan rekening investasi serta dukungan dana operasional berbasis target jumlah pembukaan akun. Skema ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa sekaligus menghidupkan aktivitas Galeri Investasi. Hal ini sesuai dengan apa yang disampiakan oleh Edy Budianto selaku Branch Manager dari KISI Kalimantan Barat.
Kerja sama FEBI–BEI juga mencakup penyediaan buku-buku literatur pasar modal, materi promosi edukatif, serta dukungan visual seperti papan nama (sign box), neon box identitas galeri, dan spanduk. Dari sisi akademik, BEI akan memberikan dukungan terhadap proses akreditasi serta penyusunan dan penyelarasan kurikulum, agar materi perkuliahan FEBI semakin relevan dengan kebutuhan industri.
Poin penting lainnya adalah akses terhadap pusat data (data center) pasar modal dan jejaring TICMI (The Indonesia Capital Market Institute). Akses ini membuka peluang besar bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan riset berbasis data emiten dan industri jasa keuangan. “Ini sejalan dengan komitmen FEBI dalam mendorong riset terapan yang berdampak,” kata Dr. Samsul.
Terkait pengembangan kapasitas mahasiswa, Ardhy menjelaskan bahwa terdapat dua skema kesempatan magang terstruktur. Pertama, magang yang dipersyaratkan langsung oleh BEI dengan kuota terbatas dan disertai uang saku (allowance). Kedua, Program Magang dan GI BEI Learning Academy, yaitu program pelatihan berjenjang dan berkelanjutan yang memberikan wawasan luas tentang industri jasa keuangan, mulai dari pasar modal, pasar uang, asuransi, hingga lembaga keuangan lainnya.
Program GI BEI Learning Academy juga menekankan aspek pendidikan karakter melalui modul dan kurikulum terstruktur. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan dasar, pembelajaran melalui Learning Management System (LMS), paparan dari para pemangku kepentingan, sesi coaching–mentoring–counseling, serta presentasi dan sharing bagi peserta magang.
Di sisi organisasi kemahasiswaan, FEBI akan memperkuat peran Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) sebagai wadah aktivitas mahasiswa di bawah binaan BEI. Fakultas juga menyiapkan dukungan mobilitas dan program kerja KSPM agar lebih aktif dan berkelanjutan. Selain itu, direncanakan perluasan program literasi kampus ke sekolah-sekolah melalui pembentukan sister galeri atau galeri edukasi.
“Kami menekankan prinsip kemitraan yang bersifat mutual dan setara. Masing-masing pihak harus memperoleh manfaat yang seimbang,” tegas Dr. Samsul. Ia optimistis MoU FEBI–BEI akan menjadi tonggak penting dalam membangun generasi muda Kalimantan Barat yang literat finansial, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam penguatan ekonomi syariah nasional.

