IAIN Pontianak

LP2M IAIN Pontianak Bersama Serumpun Berpantun Peringati Hari Pantun Dunia 2025

Pontianak (iainptk.ac.id) 13 Desember 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak bekerja sama dengan komunitas Serumpun Berpantun menggelar kegiatan Peringatan Hari Pantun Dunia Tahun 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Nilai-Nilai Kebudayaan dan Character Building melalui Pelestarian Pantun Melayu” dan dilaksanakan di Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 130 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan IAIN Pontianak ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian pantun Melayu sebagai warisan budaya sekaligus media pendidikan karakter yang sarat nilai-nilai kearifan lokal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak, Dr. H. Junaidin, M.A., Wakil Rektor I IAIN Pontianak, Dr. Ali Hasmy, M.Si., serta dua narasumber, yakni H. Nur Iskandar, M.Si. dan Eka Hendry AR, M.Si.yang menyampaikan materi terkait peran pantun dalam transformasi pendidikan dan penguatan karakter.

Dalam sambutannya, Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak, Dr. H. Junaidin, M.A., menyampaikan bahwa tradisi berpantun merupakan identitas kuat masyarakat Melayu. Menurutnya, pantun tidak hanya berfungsi sebagai seni bertutur, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan moral dan nilai-nilai kehidupan. “Masyarakat Melayu dikenal piawai berpantun. Dalam berbagai kegiatan dan perhelatan, pantun selalu hadir sebagai bagian yang tidak terpisahkan,” ungkapnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I IAIN Pontianak, Dr. Ali Hasmy, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi IAIN Pontianak dalam mengembangkan pendidikan yang integratif antara keilmuan, keislaman, dan kebudayaan lokal. Ia juga mengajak mahasiswa untuk memiliki daya saing global tanpa meninggalkan jati diri budaya. “Untuk menjadi unggul dalam kehidupan, kita harus mampu berpikir global dan bertindak lokal (think globally, act locally),” pesannya.

 

Melalui pemaparan para narasumber yang dimoderatori Andry Fitriyanto, M. Ud. Peserta memperoleh pemahaman tentang pentingnya pelestarian pantun Melayu sebagai media transformasi pendidikan nilai-nilai kebudayaan serta penguatan character building di tengah tantangan globalisasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara civitas akademika dan komunitas budaya dalam menjaga serta mengembangkan pantun Melayu sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. LP2M IAIN Pontianak berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai ruang edukatif dan inspiratif bagi mahasiswa dalam menginternalisasi nilai-nilai kebudayaan, karakter, dan kearifan lokal guna mendukung terwujudnya lulusan IAIN Pontianak yang berkarakter, berdaya saing, dan berwawasan global.

Penulis : Fathoniah

Editor : Bambang