PONTIANAK (iainptk.ac.id) – Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA pada Jum’at (24/5) sore menghadiri kegiatan buka Puasa Bersama Ormawa IAIN Pontianak. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Syeikh Abdul Rani Mahmud. Tema yang diusung adalah “Merajut Sinergi untuk Penguatan Peran IAIN dalam Ber-Tridarma”. Tampak hadir Dekan FTIK dan Dekan FEBI serta pengurus organisasi kemahasiswaan di IAIN Pontianak, dari internal maupun eksternal kampus.

Rektor IAIN Pontianak di hadapan pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) menyampaikan, “Saya hadir dikegiatan ini karena ada suatu yang sangat penting. Kami tidak menginginkan adanya mahasiswa yang radikal dengan ciri anti Pancasila, anti UUD 1945, anti NKRI, ingin membangun khilafah Islamiyah dan yang intoleran antar umat beragama dan suku. Mahasiswa yang terindikasi ini akan saya pulangkan ke orangtuanya” tegas rektor.

“Ada informasi baik untuk kalian, ada reaseach dari 3 lembaga penelitian salah satunya dari Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia) PBNU. Yang menempatkan IAIN Pontianak dalam zona aman radikalisme. Itu sebabnya kalian yang tidak hadir hari ini, akan saya absen lagi pada waktu halal bi balal. Kalau masih tidak peduli SK-nya tidak akan saya tandatangani. Saya mengajak kita untuk tidak ambigu dalam berbangsa dan bernegara.”pesannya.

“Mahasiswa jangan bermuka dua, sok pintar memaki-maki Negara tetapi duitnya kita ambil, subsidi dari Negara kita ambil. Jangan ambigu, fokuslah belajar dengan baik. Pemerintah, orang tua kalian tidak meminta kembalikan uang, yang diharapkan mereka anaknya bisa menjadi orang yang sukses.” lanjut rektor menasihati.

Dengan tidak adanya mahasiswa yang radikal, IAIN Pontianak akan semakin berkembang, kita akan rancang room class digital di setiap fakultas. Kita juga akan membangun gedung lagi di IAIN Pontianak ini. Kemajuan fisik juga harus dibarengi dengan kemajuan mental. IAIN Pontianak diminati sangat banyak calon mahasiswa, tahun ini kita akan menerima 2000 mahasiswa baru. Kita optimis beberapa tahun kedepan IAIN Pontianak akan menjadi UIN. Nanti akan ada prodi umum, namun tidak akan menghilangkan prodi yang berbasis agama. Kita akan rancang 60 % prodi agama dan 40 % prodi umum” jelas Rektor IAIN Pontianak.

Selaku Presiden Mahasiswa IAIN Pontianak, Khoirul Tamam mengatakan Kita selaku mahasiswa jangan apatis dengan persoalan-persoalan kampus. Kalau ada masalah atau berbeda pendapat silakan kritisi kampus dengan tujuan untuk membangun kampus. Jangan sampai kritik dari kawan-kawan malah membuat kampus ini terpuruk. Kita harus bersama-sama bersinergi untuk membangun kampus, tujuannya untuk kemajuan IAIN Pontinak dan merubah status dari IAIN ke UIN.” ujarnya.

Penulis: Bambang Eko Priyanto
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here