Pontianak (iainptk.ac.id) 12 Desember 2025 – IAIN Pontianak kembali melaksanakan program Subuh Berkah yang memasuki pekan ke-9 dan pada kesempatan ini digelar di Masjid Babul Islam Pontianak. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor IAIN Pontianak, Kabiro AUAK, Kabag ULA, Wakil Dekan 1 FTIK, Kepala Rumah Moderasi Beragama, para pegawai, pengurus masjid, jamaah salat Subuh, serta mahasiswa Ma’had Al-Jami’ah.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Masjid Babul Islam, Ust. Mansur, yang juga Ketua Tanfidz MWCNU Pontianak Tenggara. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas penunjukan masjid tersebut sebagai lokasi pelaksanaan Subuh Berkah dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut serta memberi manfaat bagi jamaah. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat praktik keagamaan dan menanamkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat oleh Grup Sholawat Al-Mubarok Ma’had Al-Jami’ah, disusul ceramah singkat dari Maryam, mahasiswa Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) Semester 1, yang mengangkat tema pentingnya menjaga lisan. Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa lisan merupakan hal kecil yang dapat membawa dampak besar bagi seseorang, baik berupa pahala maupun dosa. Ia menegaskan bahwa seorang muslim wajib menjaga ucapannya agar tidak menjerumuskan diri pada keburukan, sembari mengutip hadis Nabi: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
Kabiro AUAK IAIN Pontianak, Dr. Moh. Junaidin, MA., turut memberikan penjelasan terkait pelaksanaan Subuh Berkah yang telah berjalan selama sembilan pekan. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa yang bertugas adalah mahasiswa semester 1 yang sedang belajar berinteraksi dengan masyarakat sebagai bagian dari pembinaan karakter. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar matang saat terjun langsung melakukan pengabdian masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. KH. Syarif, S.Ag., MA., memberikan penguatan pesan keagamaan terkait pentingnya menjaga lisan. Beliau menjelaskan bahwa kata lisan disebut enam kali dalam Al-Qur’an dan menjadi indikator utama keselamatan seorang muslim. Rektor mengingatkan agar umat Islam tidak terjerumus dalam fitnah maupun gibah, dua perbuatan yang termasuk dosa besar. Mengutip QS. Al-Hujurat ayat 11, beliau menegaskan bahwa Allah melarang seorang hamba mencela, memanggil dengan gelar buruk, atau menebar kebencian melalui ucapan. Menurut Rektor, lisan hanya dapat terkendali apabila hati seorang hamba dibersihkan, dan hal itu hanya dapat dilakukan Allah melalui ibadah yang khusyuk.
Kegiatan Subuh Berkah ditutup dengan doa oleh Habib Faisal Abdullah, Ketua Rumah Moderasi Beragama IAIN Pontianak. Melalui kegiatan ini, IAIN Pontianak terus berkomitmen menanamkan nilai keagamaan, memperkuat literasi spiritual, dan membina mahasiswa untuk menjadi generasi yang matang, beretika, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Penulis : BEP
Editor : Bambang

