Pontianak, (iainptk.ac.id) 09 Desember 2025 – IAIN Pontianak melalui Wakil Rektor III kembali melaksanakan kegiatan Monitoring Penerima Beasiswa BAZNAS Republik Indonesia yang diagendakan secara rutin setiap satu bulan sekali. Pertemuan bulan Desember ini mengangkat tema “Refleksi Akhir Tahun dan Rencana Masa Depan” dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025 di Ruang Rapat Wakil Rektor III. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dengan dihadiri oleh Warek III IAIN Pontianak, mentor, serta 18 mahasiswa penerima beasiswa Cendekia Baznas RI.
Sebagai pimpinan yang membidangi kemahasiswaan dan pembinaan penerima beasiswa, Prof. Dr. Ismail Ruslan, S.Ag., M.Si. memimpin langsung sesi mentoring dan memberi arahan motivatif kepada para mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pembinaan berkelanjutan untuk memastikan penerima manfaat tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara mental dan karakter.
Dalam paparannya, Wakil Rektor III menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan nyata di masa mendatang. “Bahwa ke depannya, jika Anda sudah menyelesaikan tantangan-tantangan yang faktual seperti bonus demografi, lapangan kerja yang terbatas, dan tuntutan peningkatan kompetensi, maka Anda akan mampu bersaing di era ini. IPK pun tak kalah penting, karena itu adalah pintu awal untuk melewati seleksi administratif,” ujarnya. Beliau juga mendorong mahasiswa untuk tampil aktif dalam berbagai kegiatan kampus. “Mahasiswa berprestasi hendaknya berani maju sebagai narasumber, terlibat, dan menunjukkan performa di hadapan adik-adiknya. Elit mahasiswa harus menjadi simbol bahwa mahasiswa IAIN mampu bersuara,” tambahnya.
Sesi mentoring turut diisi oleh Ibu Aida Mochtar, S.Ag., M.Hum. selaku mentor beasiswa BAZNAS, yang memberikan penguatan karakter dan motivasi. Ia menjelaskan bahwa proses meraih kesuksesan tidak terlepas dari tantangan mental. “Untuk sukses itu butuh proses, dan dalam proses itu ada hal yang menyenangkan dan juga tidak menyenangkan. Keduanya adalah ujian mentality. Ketika mendapat kesenangan, jangan sampai kesyukuran kita justru terabaikan. Dan ketika kondisi tidak sesuai, jangan sampai melahirkan kekufuran,” terangnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi mahasiswa yang hidup di era teknologi dan kompetisi yang semakin ketat. “Mahasiswa hari ini perlu didampingi. Mereka hidup di era yang berbeda dengan sebelumnya. Kompetisi sangat ketat. Dalam mentoring ini kami menggunakan metode bertemu tokoh sukses sebagai inspirasi. Banyak dari mereka berasal dari latar yang sederhana, tetapi benang merahnya sama: mereka menempuh proses dengan sungguh-sungguh, baik dari sisi keduniawian maupun dari jalur langit. Inilah yang kami tanamkan pada mahasiswa,” ujarnya.
Melalui forum refleksi ini, para mahasiswa diajak menelaah kembali perjalanan akademik mereka sepanjang tahun 2025, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan merumuskan prioritas pengembangan diri untuk tahun berikutnya. Kegiatan berjalan hangat dan interaktif, memberikan ruang dialog antara mahasiswa, mentor, dan pimpinan sebagai bagian dari komitmen institusi dalam membina generasi penerima beasiswa yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Penulis : Fitria
Editor : Bambang
