IAIN Pontianak Gelar Wisuda XXII, Rektor Tekankan Ilmu dan Integritas Lulusan - IAIN Pontianak

IAIN Pontianak

IAIN Pontianak Gelar Wisuda XXII, Rektor Tekankan Ilmu dan Integritas Lulusan

Pontianak, (iainptk.ac.id) 2 April 2026 – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melaksanakan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XXII dengan mengusung tema “Ilmu, Integritas, dan Kepemimpinan: Kontribusi Lulusan bagi Masa Depan Indonesia”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Q Hall Convention Center, Qubu Resort Kubu Raya, pada Kamis (2/4/2026).

Sebanyak 590 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi tersebut, didampingi oleh orang tua atau wali. Turut hadir pula 115 undangan yang terdiri atas pejabat, dosen di lingkungan IAIN Pontianak, serta para pemangku kepentingan (stakeholder).

Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. K.H. Syarif, S.Ag., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa ilmu merupakan cahaya yang mencerahkan kehidupan manusia. Menurut beliau, orang berilmu adalah sosok yang tercerahkan, memiliki sikap arif, reliabel, dan mampu memberikan manfaat yang melahirkan kebijaksanaan serta kontribusi nyata.

Prof. Dr. Syarif, M.A. juga mengajak para lulusan untuk merefleksikan perjalanan ilmu yang telah ditempuh sebagai jalan terang, tidak hanya bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi masa depan bangsa. Beliau menjelaskan bahwa epistemologi merupakan proses bagaimana seseorang memahami, mengolah, dan mengembangkan pengetahuan hingga menjadi dasar dalam penelitian dan penguatan teori.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa kebenaran ilmiah bersifat dinamis dan tidak absolut. Hasil riset hari ini dapat saja dibantah oleh temuan di masa mendatang. Oleh karena itu, lulusan diharapkan tidak bersikap kaku dalam memegang ilmu, melainkan terus terbuka terhadap perkembangan pengetahuan.

Dalam konteks kehidupan, Prof. Dr. Syarif, M.A. menekankan pentingnya integritas yang dilandasi akhlak. Beliau menyampaikan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh gelar akademik, tetapi juga oleh etika, sikap, dan kecerdasan emosional. Bahkan, tidak sedikit masyarakat di kampung yang memiliki kearifan dan kealiman meskipun tidak bergelar sarjana.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap individu pada akhirnya akan menjadi pemimpin, baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Oleh karena itu, lulusan harus memiliki jiwa kepemimpinan dan integritas dalam setiap peran yang dijalankan, baik di sektor formal maupun informal.

Terkait dunia kerja, beliau berpesan agar lulusan mampu menciptakan peluang kerja. Namun, jika belum mampu, maka bekerja dengan penuh tanggung jawab juga merupakan pilihan yang mulia. Setiap pekerjaan, sekecil apa pun, harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan tidak diremehkan.

Selain itu, beliau menekankan pentingnya menjaga kesopanan dalam menyampaikan ilmu, memperluas jejaring (networking), serta mengedepankan keikhlasan dalam beramal tanpa perlu mengungkit-ungkit kebaikan yang telah dilakukan.

Menutup sambutannya, Prof. Dr. Syarif, M.A. mengingatkan bahwa tantangan kehidupan saat ini semakin kompleks, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Oleh karena itu, lulusan diminta untuk bijak dalam menyikapi kemajuan teknologi.

Beliau juga mengajak para lulusan untuk menjadi duta kampus melalui dakwah bil hal, yakni menunjukkan akhlak mulia dalam perilaku sehari-hari. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

“Sebagaimana kami menerima para mahasiswa dengan lapang dada, hari ini kami kembalikan kepada orang tua. Jika masih ada kekurangan, mohon terus dibimbing agar mereka siap menghadapi kehidupan,” tutup beliau.

Prosesi wisuda ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melangkah ke fase kehidupan berikutnya dengan bekal ilmu, integritas, dan kepemimpinan yang kuat demi kontribusi nyata bagi bangsa.

Penulis : Erika SM
Editor: Bambang Eko P

bandartoto