Pontianak (iainptk.ac.id) Selasa, 09 Juni 2026 – Rektor UIN K.H Adburrahman Wahid Pekalongan atau dikenal dengan UIN Gusdur, melakukan monitoring ke IAIN Pontianak dalam rangka monitoring pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2026. Kegiatan berlangsung di ruang tes UM-PTKIN, Lantai 3 Gedung Rektorat IAIN Pontianak, Selasa (9/6).
Monitoring tersebut disambut langsung oleh Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. K.H. Syarif, S.Ag., M.A. beserta Panlok UM-PTKIN & jajaran pimpinan kampus. Selain meninjau pelaksanaan ujian berbasis komputer, Kedua Rektor ini juga berdiskusi mengenai perkembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam serta upaya peningkatan mutu layanan akademik di lingkungan PTKIN melalui Podcast Barometer Kampus.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Gusdur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. menyampaikan bahwa kunjungannya ke IAIN Pontianak bukanlah yang pertama. Beliau mengungkapkan kedekatan profesionalnya dengan Rektor IAIN Pontianak telah terjalin sejak sama-sama menjabat sebagai wakil rektor di institusi masing-masing.
“Kunjungan saya ini bukan kunjungan pertama, karena Rektor IAIN Pontianak sebenarnya merupakan mantan rekan kerja saya di jalur wakil rektor. Dari beberapa kali kunjungan saya ke sini, saya melihat IAIN Pontianak sangat progresif, baik dari segi tata kelola maupun fasilitas yang dimiliki,” ujarnya.
Prof. Zaenal, juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Kalimantan Barat terhadap IAIN Pontianak yang tercermin dari jumlah peserta UM-PTKIN yang mengikuti setiap sesi ujian.
“Melihat tidak adanya kursi kosong pada setiap sesi ujian menunjukkan bahwa minat masyarakat Kalimantan Barat terhadap IAIN Pontianak sangat tinggi. Ini menjadi indikator positif bagi perkembangan kampus ke depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Zaenal berharap IAIN Pontianak dapat segera bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Menurutnya, perubahan status tersebut akan membuka peluang yang lebih luas dalam pengembangan program studi dan inovasi akademik.
“Diharapkan IAIN Pontianak segera mencapai status UIN sehingga dapat menghadirkan lebih banyak inovasi program studi baru. Dengan demikian, minat masyarakat akan semakin tinggi dan pilihan pendidikan yang tersedia menjadi lebih fleksibel,” katanya.
Sementara itu, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Syarif, menyampaikan bahwa pelaksanaan UM-PTKIN tahun ini didukung oleh berbagai peningkatan fasilitas yang bertujuan memberikan kenyamanan bagi peserta ujian.
“Untuk UM tahun ini, saya melihat beberapa fasilitas sudah semakin membaik sehingga dapat mendukung pelaksanaan ujian secara optimal,” ungkapnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa kehadiran Rektor UIN Gusdur merupakan bagian dari tindak lanjut hasil Forum Rektor PTKIN tingkat nasional yang menugaskan sejumlah pimpinan perguruan tinggi untuk melakukan monitoring pelaksanaan UM-PTKIN di berbagai daerah.
“Kedatangan Rektor UIN Gusdur ini merupakan hasil rapat forum rektor secara nasional, di mana beliau ditugaskan untuk melakukan monitoring pelaksanaan UM-PTKIN di PTKIN,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Prof. Syarif menegaskan komitmen IAIN Pontianak untuk terus meningkatkan promosi dan sosialisasi pendidikan tinggi keagamaan Islam kepada masyarakat.
“Ke depan, kami akan melakukan promosi secara lebih masif serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan Islam di era globalisasi saat ini,” tuturnya.


Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pelaksanaan UM-PTKIN 2026 di IAIN Pontianak dapat berjalan dengan lancar, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat sinergi antarperguruan tinggi keagamaan Islam dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Penulis : Aditya
Editor : Bambang
