SINGKAWANG (iainptk.ac.id)–Rapat kerja IAIN Pontianak kali ini tepat dilaksanakan usai rakernas Kemenag pada (23-25/1) lalu. Raker IAIN Pontianak digelar pada Kamis-Sabtu (31/1 s.d 2/2). Raker merupakan turunan program kerja Kemenag Republik Indonesia.

“Kesempatan raker ini akan saya sampaikan amanah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada rakernas lalu. Tiga mantra Menteri Agama yang mesti diejawantahkan dalam bekerja yakni: moderasi beragama, kebersamaan dan integrasi data” ujar rektor mengawali sambutannya dihadapan hampir 100 peserta, Kamis (31/1) malam.

Lebih lanjut Rektor Syarif mengingatkan, “Pejabat dan Pegawai IAIN Pontianak mesti bekerja menempatkan cinta profesi di atas motivasi yang lain” tegasnya mengingatkan para pejabat di lingkungan IAIN Pontianak.

“Tuhan memberikan paksaan dan ancaman. Manusia yang pamrih. Rendah derajatnya. Tuhan juga bicara tentang cinta, ikhlas dan takwa. Metode tidak dengan iming-iming. Maqom terhormat di sisi Allah. Kita hari ini dalam frame takdir Tuhan menjadi pejabat di IAIN Pontianak” paparnya bersemangat.

Rektor juga meminta “Aplikasikan pola kepemimpinan yang aplikasional. Selesai masalah diri kita sendiri. Ubahlah diri sendiri sebelum mengubah orang lain. Ubahlah derajat orang yang bekerja dengan pamrih menjadi bekerja dengan penuh cinta”

“Sekarang dunia dalam genggaman. Sangat tidak boleh kita hanya memikirkan diri kita sendiri sebagai pejabat. Mesti mampu mengidentifikasi masalah pada diri kita sendiri dan di lingkungan tusi kita”

“Kita harus mampu menjadi problem solver. Bukan malah menjadi pembuat masalah. Kita ditunjuk pemimpin untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah. Bukan untuk menambah masalah. Ini harapan kita” tuturnya.

“Kita pimpinan harus hadir sebagai pemecah masalah yang baik. Harus diingat di dada orang yang Anda pimpin itu ada amanah Allah. Jangan biarkan masalah itu berlarut-larut. Cepat selesaikan masalah. Karena pekerjaan lain masih sangat banyak. Lakukan semua itu atas dasar cinta” urainya.

“Lakukan pembinaan dulu. Jangan pernah berfikir untuk melakukan pembinasaan. Niatkan ibadah dalam bekerja. Endingnya kita berharap kemajuan IAIN Pontianak” nasihatnya.

“Jadilah speak out untuk IAIN Pontianak. Paling bagus integritas dan attitude. Pikirkanlah supaya regulasi yang terkait bisa sampai ke pelaksana. Gunakanlah leadership psikology. Tanamkan niat tulus untuk ibadah. Insya Allah keberkahan akan kita dapatkan” tutupnya.

Penulis: Aspari Ismail
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here