Pontianak (iainptk.ac.id) Selasa, 19 Mei 2026 – Mahasiswa IAIN Pontianak kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Ferdy Hasan Haswin, mahasiswa sekaligus Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Pontianak periode 2025–2026, lolos seleksi menjadi salah satu peserta dalam program nasional Kemah Generasi HAM Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Komnas HAM RI di Kalimantan Barat.
Program yang berlangsung di Aston Pontianak Hotel & Convention Center, resmi ditutup pada 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta dari kalangan mahasiswa serta organisasi masyarakat sipil dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran, penguatan jejaring, dan pengembangan kapasitas generasi muda dalam memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai hak asasi manusia (HAM).
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai agenda seperti diskusi tematik, pelatihan, refleksi bersama, hingga penguatan kepemimpinan berbasis nilai kemanusiaan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak dalam sesi evaluasi reflektif yang dipandu fasilitator Komnas HAM.
Keikutsertaan Ferdy Hasan Haswin sebagai mahasiswa IAIN Pontianak mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ferdy dinilai berhasil menunjukkan semangat kepemudaan serta kepedulian terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan di tingkat nasional.
Wakil Rektor III IAIN Pontianak, Prof. Dr. Ismail Ruslan, M.Si., menyampaikan rasa bangga atas capaian mahasiswa IAIN Pontianak yang mampu berpartisipasi dalam program strategis nasional tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam isu HAM merupakan bagian penting dalam membangun karakter generasi muda yang kritis, humanis, dan berintegritas.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas keterlibatan mahasiswa IAIN Pontianak dalam program nasional Komnas HAM RI ini. Kehadiran Ferdy Hasan Haswin menjadi bukti bahwa mahasiswa IAIN Pontianak mampu tampil dan berkontribusi dalam isu-isu kemanusiaan di tingkat nasional,” ujar Prof. Ismail Ruslan.
Ia menambahkan bahwa kampus terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan sosial, kepemudaan, dan penguatan nilai-nilai moderasi serta kemanusiaan.
“Kegiatan seperti Kemah Generasi HAM ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, keberanian menyuarakan keadilan, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Program Kemah Generasi HAM 2026 sendiri ditutup langsung oleh Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI, Abdul Haris Semendawai, yang menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi awal lahirnya gerakan kemanusiaan baru yang digerakkan generasi muda Indonesia.
