Pontianak (iainptk.ac.id) 30 April 2026 – IAIN Pontianak melakukan audiensi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak dalam rangka menjajaki kerja sama penguatan pengelolaan data statistik, Kamis (30/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun tata kelola data yang lebih seragam, valid, dan siap digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di lingkungan kampus.
Dari pihak IAIN Pontianak, audiensi dihadiri oleh Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik Muhammad Syahrun, S.E., M.M., Koordinator Humas Bambang Eko Priyanto, S.Kom.I., M.Pd., serta tim PPID. Disambut dari Pihak BPS Plh. Kepala BPS Kota Pontianak Amad Badar, SE, MM, Kasubbag Umum Rida Ainun Sembiring, SH, dan Ketua Tim NWAS Hartanto, SE.
Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Syahrun menyampaikan bahwa IAIN Pontianak terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dalam upaya memperkuat pengelolaan PPID dan tata kelola data. Menurut beliau, selama ini terdapat permintaan data dari BPS pusat maupun BPS kota. Karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih baik dan beliau juga berharap BPS dapat memberikan arahan dan pembinaan teknis agar pengelolaan data di IAIN Pontianak selaras dengan kaidah statistik yang dibutuhkan.


Dari pihak BPS, Amad Badar menjelaskan pentingnya pembinaan statistik sektoral agar data yang dihasilkan lembaga menjadi valid, berkualitas, dan siap pakai. Beliau juga menyampaikan bahwa secara tugas dan fungsi, BPS memang berperan sebagai pembina data sesuai level kewenangannya, serta menyambut baik rencana penyusunan MoU atau perjanjian kerja sama dengan IAIN Pontianak.
Sementara itu, Hartanto menyampaikan bahwa mulai 2026 pendataan perguruan tinggi akan dilakukan setiap triwulan melalui tautan computer assisted web interviewing dari pusat. Beliau mengapresiasi IAIN Pontianak yang selama ini telah memenuhi permintaan data, dan berharap ke depan kampus dapat melakukan pengisian secara mandiri dan berkelanjutan.
Koordinator Humas IAIN Pontianak, Bambang Eko Priyanto, menambahkan bahwa dalam dua tahun terakhir banyak permintaan data yang masuk dari berbagai pihak. Menurut beliau, tanpa standar yang seragam, data berpotensi ditafsirkan berbeda. Karena itu, kerja sama dengan BPS diharapkan dapat menjadi dasar pembinaan agar data yang disediakan IAIN Pontianak semakin akurat, seragam, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui audiensi ini, IAIN Pontianak menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola data kelembagaan melalui kolaborasi dengan BPS. Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya mendukung penyediaan data yang berkualitas, tetapi juga memperkuat basis pengambilan kebijakan, pengembangan penelitian, dan peningkatan layanan institusi.
Penulis : Fitria
Editor : Bambang
