SINGKAWANG (iainptk.ac.id)–Rektor IAIN Pontianak Dr. Syarif menargetkan tahun 2019 kampus yang dipimpinnya meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam moment rapat kerja IAIN Pontianak menghadirkan Kapolresta Pontianak M. Anwar Nasir, S.I.K, MH sebagai narasumber melakukan sharing pengalaman dan berbagi kiat meraih Zona Integritas WBK tersebut.

Kapolresta Pontianak pada (10/12/2018)lalu meraih penghargaan Predikat Pembangunan Zona Integritas WBK dari Kemenpan-RB yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta.

“Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) itu meliputi 8 area perubahan yang harus dipenuhi, terdiri dari: manajemen perubahan, manajemen tata laksana, manajemen Sumber Daya Manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Itulah komponen pengungkit. Kemudian indikator hasil, meliputi 2 (dua) sasaran utama yakni pertama, terwujudnya pemerintahan yang bersih bebas dari KKN. Kedua, terwujudnya kualitas pelayanan publik” jelasnya.

“Untuk mewujudkannya perlu political will. Mesti ada keterlibatan pimpinan memberikan keteladanan sebagai role model. Semua pejabat mesti melaporkan harta kekayaan melalui LHKPN” tegasnya di Singkawang, ba’da Shalat Jum’at (01/02/2019).

“Bekerjalah untuk ibadah dan lakukanlah perubahan sekecil apapun. Kita bekerja bukan niat untuk raih penghargaan” imbuh lelaki yang sudah enam kali menjabat Kapolres berbagai daerah itu.

“Dimanapun posisi kita dalam bekerja, harus punya inovasi atau terobosan dalam memberikan pelayanan. Prinsipnya: ‘Low cost, hight quality, dan populis’. Berikan kemudahan dan kenyamanan pada masyarakat. Konsep pelayanan itu idealnya terpadu satu pintu. Perlu pelatihan/kursus pelayanan prima” bebernya membagikan pengalaman.

Wakil Rektor II IAIN Pontianak, Dr. Saifuddin Herlambang didaulat menjadi moderator pada sesi tersebut. Tampak para pimpinan IAIN Pontianak focus menyimak pemaparan Kapolresta Pontianak.

Penulis: Aspari Ismail
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here