SISI DALAM DAN HIKMAH WUKUF DI ‘ARAFAH

Oleh: Prof. Dr. K.H. S y a r i f, S.Ag. MA

         Wukuf di ‘Arafah adalah rukun haji yang paling mutlak. Artinya wukuf di ‘Arafah sangat ketat dan mendebarkan oleh karena kesyakralamnya dan oleh karena waktunya terbatas. Tidak seperti rukun haji yang lain yang bisa dikerjakan bergeser dari waktu keumuman. Bahkan ada fatwa bahwa rukun bisa di jamak dengan wajib haji seperti thawaf ifadhah yang rukun dan thawaf wada’ yang wajib haji. Oleh karena itu hatta hampir sekarat pun,  hatta hanya satu detik pun menjelang batas akhir yaum ‘arafah, para haji harus hadir di sana.

       Tapi sebenarnya kemutlakan wukuf di ‘arafah dan kesyakralanya akan lebih terasa jika kita dapat mengenal ushul-nya wukuf di ‘arafah. Dengan mengetahui USHUL ini maka akan terasa urgensinya ‘arafah dalam beragama pada ritual haji. Ini nanti kaitannya adalah dengan bahwa “istithâ’ah—mampu” itu tidak sekedar mampu financial. Mari kita mulai dengan pertanyaan, mengapa harus wukuf di padang ‘arafah dan kenapa tidak di padang yang lain. Apa pula sebabnya padang yang sebelum peristiwa perjumpaan Adam dengan Hawa itu hanya disebut “shakhrâ’—sahara” itu kemudian dikenal dengan nama ‘arafah’. Apa urgensinya dalam beragama ‘arafah itu dijadikan rukun utama dari haji.

       Bermula dari hadis “al-hajju ‘arafah”, bahwa rukun syariat haji wukuf di arafah. Secara leterlek bahasa hadis ini tidak bermakna langsung wukuf di arafah. al-hajju ‘arafah ini secara bahasa berarti “haji itu mengenal”. Dalam kajian ma’rifat “haji/hujjah” itu diartikan “perjumpaan, berhadapan” dengan Tuhan, Allah Swt. Maka rangkian kata “al-hajju ‘arafah” itu artinya “berjumpa itu mengenal”. Maka kemudian diartikan “berjumpa— berhadapan dengan Tuhan itu harus didahului dengan mengenal Tuhan”. Dari kata ‘arafah ini dapat difahami hasis qudsi “ma’rifatullâhi billâhi — mengenal Allah Dengan Allah”. ‘araftu rabbî birabbî — aku mengenal Tuhanku Dengan Tuhanku”. Nanti tentunya bukan mengenal nama atau sebutan saja. Tetapi cari Wujud “Yang Dengan Allah”, maka akan kenal Allah.  Tentu supaya tidak jatuh ke lembah kesombonga beragama, sebelum mengena diri yang dengan Tuhan, sebelum mengenal Diri yang Dengan Allah, maka kita harus tahu wujud diri yang datang dari pada Allah. Alquran dan hadis-hadis terkait sangat jelas membedakam antara wujud yang datang karena sebab orang tua yaitu jasad dan wujud yang datang langsung dari pada Allah yaitu Ruh, baca misalnya Qs. al-Thâriq/86:5-7, al-Mukminun/23:12-14,  al-Sajadah/32:7-9. Adanya dua dimensi wujud ini maka kita dalam menghdap Allah, dalam menyembah tidak boleh hanya mengandalkan ritualistik lahiriah seperti bacaan dan gerakan anggota tubuh semata. Karena Allah tidak berhajat mengurus fisik lahiriah kita, melainlan Dia hanya mengurus wujud yang datang dari pada-Nya yaitu Ruh (Qs. al-Isrâ’/17:85). Di sini nanti letak urgensinya manasik secara hakikat.

       Jadi secara bahasa “al-hajju ‘arafah” ini tidak langsung menunjuk padang arafah. Karena kalimatnya bukan begini “al-hajju fî mîdânil ‘arafah — haji itu hadir di padang arafah”.  Tetapi syariat wukuf di padang arafah ini ada ushulnya, ada sebabnya, mengapa harus di padang arafah. Ialah, setelah Adam a.s. mendapat kalimat pertobatan dari Tuhannya yaitu “rabbaná zhalamnâ anfusanâ wa inlam taghfir lanâ wa tarhamnâ lanakûnanna mina al-khâsirîn — Tuhan, kami telah zhalim akan diri kami, jika Engkau tidak mengampuni kami, pasti kami jadi orang-orang yang rugi”(Qs. al-A’raf/7:23). Kemudian Adam a.s. diperintah thawaf mengelilingi baitul makmur tujuh kali (baca ushul dan hikmah thawaf). Setelah itu Adam a.s. diperintah oleh Jibril untuk mengarahkan pandangannya ke arah bukit di padang luas itu. Di bukit itu Adam a.s. memandang kekasihnya Hawa. Adam bergegas ke sana, dan bertemu di atas bukit itu. Ratusan tahun terpisah karena terlempar di permukaan bumi. Keduanya berpelukan erat bertangis-tangisan melepas rindunya. Sebab itulah bukit itu kemudian dinamai jabal rahmah, bukit kasih sayang.

        Saat Berpelukan penuh kasih sayang itulah, mata hati Adam as dipandangkan ke arah satu titik (yang hari ini ada bangunan ka’bah), dari jabal itu memandang mata hati Adam a.s. akan SOSOK/WUJUD Nûrun ‘Alâ Nûrin berupa Nûr yang tidak berdemensi meter dalam ukuran. Karena memandang Wujud Yang Maha Besar itulah lisan Adam a.s. serta merta menyebut kamat “ALLAH”. itulah mula pertma lafazh Allah disebut oleh lisan manusia. WUJUD yang dipandang itulah yang disapa ALLAH oleh Adam a.s. Adam a.s. hamba pertama yang MA’RIFAT akan Tuhannya nan sisap ALLAH. Adam a.s. hamba pertama yang membunyikan kalimat ALLAH. Inilah USHUL mengapa tepat atau padang luas itu dinamai ‘ARAFAH. Yaitu di pdang itulah Adam MA’RIFAT atau mengenal akan Tuhannya.

       Jadi, wukuf di ‘Arafah tidak sekedar memenuhi syari’at rukun haji. Karena syari’at rukun haji itu belakangan di tasyri’kan. Oleh karena itu harus kita mendapat kefahaman selain hafal dan datang secara fisik di ‘arafah itu ialah bahwa kita harus mengenal Allah sebagai Tuhan. Tentu bukan mengenal teori tentang Tuhan dalam retorika-retorika epistemologi, tentang Allah, tentang segala ilmu terkait itu, bukan. Tetapi mengenal Allah secara WUJUD. Seperti Adam a.s. memandang WUJUD. Saat memandang itulah Adam as menyapa WUJUD itu dengan sebutan ALLAH.

       Jika kita tidak dapat seperti Adam a.s. memandang Wujud-Nya yang disapa ALLAH itu, setidaknya mata hati kita, pandangan hati kita mengkuti arah pandangan hati Adam a.s. di Maqâm di mana WUJUD yang dipandang Adam a.s. itu ada. Bahasa sederhana saat ini setidaknya pandangan hati kita di-QIBLAT-kan. Karena tepat di posisi Qublat itu, di ‘Arasy WUJUD itu dipandang oleh Adam a.s. Bahwa lisan kita wiridan dengan kalimat-kalimat thayyibah, bahwa kita membaca ayat-ayat surat Alquran, bahwa kita shalat, semua di ‘arafah, itu benar, tidak salah. Tetapi jika saat beramaliah itu hati kita liar ke mana-mana, maka hampalah makna ‘arafah itu. Jika demikian, hadirnya kita sama dengan orang yang tidak mengenal Allah. Jika demikian, sama saja kita dengan orang yang tidak menerima ajaran Muhammad Rasulullah Saw. Karena Rasulullah Saw yang mengenalkam ini semua.

       Inilah urgensinya hadir di ‘arafah menjadi rukun mutlaknya haji. Karena dari ‘arafah inilah wujud ibadah kita sempurna, yaitu utuh zhahir-bathin. Oleh karena itu manasiknya jangan cuma hafalan runtut hafalan ihram-wukuf-thawaf-sa’i. Sejak kecil kita udah disuruh menghafal hal yang demikian. Tetapi manasik atau penatalaksanaan secara hakikat juga harus diberikan dan disampaikan. Mana yang disebut manasik secara hakikt itu? Ya tadi, mesti ada tata cara menuntun hati. Yaitu semua pandangan hati yang hadir di ‘arafah hendaknya difokuskan ke SATU TITIK, di mana Adam a.s. memandang WUJUD, yang karenanya Adam a.s. disebut MA’RIFAT kepada Tuhannya. TITIK itu adalah qiblat. Qiblat itu haluan hati. Haluan hati Adam a.s., disempurnakan oleh Muhammad Rasulullah Saw. Ikut Rasulullah Saw itu utamanya adalah mengikut haluan hatinya di Qiblat (Qs. al-Baqarah/2:143). Setidaknya, minimal sekali saat kita melakukan ritual syariat pada ibadah mahdhah. Apalagi pada saat kita sedang ada di padang ‘arafah.

       Apa hikmah berhakikat dari ‘arafah itu?  Berhakikat artinya memusatkan pandangan hati, menfokuskan, menujukan pandangan hati di Qiblat. Hikmahnya ialah supaya hati orang mukmin selalu tertaut kepada Tuhannya. Tentu supaya hati senantiasa mendapat intervensi Allah. Puncaknya, dengan intervensi Allah itu hati menjadi baik. Inilah faham tentang HAJI MABRUR. Dengan haji yang sempurna zhahir-bathin ini hati diperbaiki oleh Allah. Karena hati yang berpenyakit menjadi sumber semua persoalan dalam kehidupan. Sedangkan yang bisa memperbaiki hati itu HANYA Allah (Qs. al-Anfâl/8:24, al-A’râf/7:43). Mahu atau tidak, kita harus bicara zhahir-bathin ini. Karena kita ini terdiri jasad dan ruh. Kita yang tidak mahu memahami sisi hakikat dalam ibadah, artinya kita tidak mengakui eksistensi ruh, eksistensi diri kita sendiri. Itu artinya kita sama dengan menyatakan bahwa tubuh ini tanpa ruh, itu artinya mayat berjalan.

       Beragama yang sempurna secara syariat dan hakikat ini berhikmah yang melahirkan sempurnanya hidup di permukaan bumi ini. Sempurnanya hidup itu ada pada hati yang tertata. Hati yang tertata itu haknya Allah Swt. Sedangkan Allah itu “laisa lahû

‘anâshirun min al-ajsâm — Allah itu tidak tersusun dari materi”. Itu sebabnya jika hati ingin ditata oleh Allah Swt jangan hanya mengandalkan amalan yang syariat saja yang berupa bacaan dan gerakan. Karena jika itu saja maka kita tidak ditilik, tidak dinilai oleh-Nya. Jika demikaian tidak tertatalah hati kita. Maka mengeraslah hati. Hati kita akan penuh dengan sifat emosiobal—mudah marah dan mudah tersinggung. Penuh dengan sifat bangga diri-angkuh, haus sanjungan dan pujian, takabbur membeaar-besarkan diri, iri-dengki, menghasut-menfitnah, tamak-loba, dan sombong. Ini ringkasan inti dari penyakit hati. Dengan begini, maka kita jauh dari kesempurnaan diri. Yang ada kita menjadi sunber semua persoalan di permukaan bumi. Akhirnya haji kita hampa dari HIKMAH ‘ARAFAH. Haji tinggal hanya tambahan gelar (H) melengkapi sederet gelar duniawi kita. Na’ûdzu billâhi min hâdzâ.

       Izinkan saya menutup sementara uraian ini dengan tuntunan Rasulullah tentang kesempurnaan, yaitu “al-syarî’ati bilâ haqîqatin ‘âthilah wa al-haqîqatu bilâ syarî’atin bâthilah — syariat dengan tiada hakikat hampa—sia-sia, dan hakikat dengan tiada syariat batal”. 

Man syâa fa al-yakfur wa man syâa fa al-yu’min.

  • Penulis adalah Guru Besar Ilmu al-Quran dan Tafsir dan Rektor IAIN Pontianak  Ketua PWNU Kalimantan Barat, serta Mursyidu al-Majlis Nur al-Tasbîh.
https://rootlocalhost.net/ https://kementriankesehatan.pages.dev/ https://www.exploitsports.my.id https://firmanhidayatuloh.github.io/ Library UISU https://jurnal.unpad.ac.id/adbispreneur/ https://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/ https://e-journal.uac.ac.id/index.php/nidhomulhaq/ https://jurnalcerdik.ub.ac.id/index.php/jurnalcerdik/about https://jurnalfuda.iainkediri.ac.id/index.php/KJOURDIA/about https://journal.binadarma.ac.id/index.php/mbia/about https://journal.akademitnial.ac.id/index.php/Dedication/about https://jurnal.insida.ac.id/index.php/attaqwa/about https://ejournal.umm.ac.id/index.php/medio/about https://jurnal.fisip.untad.ac.id/index.php/JPAG/about https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/68 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/121 Slot Gacor Jurnal Restorasi Hukum Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Informatika Kesatuan Jurnal Kesehatan Journal of Technomaterial Physics JOURNAL OF CAPTURE FISHERIES SCIENCE AND TECHNOLOGY KEUDA (Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah) JUDAKUM: JURNAL DEDIKASI HUKUM GOVERNMENT : Jurnal Ilmu Pemerintahan Perwira Journal of Community Development Announcements Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan Jurnal Teknik Informatika https://raje.unri.ac.id/index.php/raje/article/view/1307 https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/pmej/ Jurnal Komunikasi dan Organisasi al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Khazanah Journal of Religion and Technology Jurnal CoSciTech Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam Jurnal TNI Angkatan Udara JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA (JIPA) https://journal.unram.ac.id/index.php/majil/ https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/ https://e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/tarib/ https://jurnalcerdik.ub.ac.id/index.php/jurnalcerdik/site https://journal.binadarma.ac.id/index.php/mbia/ https://e-journal.uac.ac.id/index.php/nidhomulhaq/ https://jurnal.fisip.untad.ac.id/index.php/JPAG/ https://firmanhidayatuloh.com/ https://firmanhidayatuloh.com/sejarah-linux-dan-pengertian-linux-dari-proyek-mahasiswa-jadi-sistem-operasi-dunia/ https://firmanhidayatuloh.com/pengertian-kernel-linux-jantung-sistem-operasi-yang-jarang-terlihat-tapi-sangat-penting/ https://firmanhidayatuloh.com/pengertian-distro-linux-kenapa-linux-punya-banyak-versi-yang-berbeda/ https://firmanhidayatuloh.com/perintah-dasar-linux-yang-wajib-dikuasai-pemula-lengkap-dan-mudah-dipahami/ https://firmanhidayatuloh.com/mengenal-struktur-direktori-system-linux-dan-fungsinya/ https://firmanhidayatuloh.com/panduan-lengkap-manajemen-user-privilege-linux-rahasia-menguasai-sudo-dan-root/ https://firmanhidayatuloh.com/pengertian-linux-permission-group-dan-cara-menggunakannya/ https://firmanhidayatuloh.com/perkembangan-tampilan-linux-dari-cli-sampai-menjadi-gui/https://firmanhidayatuloh.com/pengertian-repository-linux-dan-cara-install-aplikasi-di-terminal/ https://firmanhidayatuloh.com/cara-update-system-linux-lewat-terminal-panduan-lengkap-untuk-pemula/ https://firmanhidayatuloh.com/window-manager-linux-sejarah-sebelum-era-desktop-environment-mendominasi/ https://firmanhidayatuloh.com/desktop-environment-linux-mengenal-wajah-cantik-di-balik-kecanggihan-sistem-operasi-linux/ https://firmanhidayatuloh.com/kde-plasma-mengenal-desktop-environment-paling-fleksibel-di-linux/ https://firmanhidayatuloh.com/xfce-mengenal-desktop-environment-yang-ringan-dan-stabil-di-linux/ https://firmanhidayatuloh.com/gnome-mengenal-desktop-environment-linux-yang-fokus-dan-minimalis/ https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/139 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/140 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/141 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/142 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/143 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/144 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/145 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/146 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/21 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/22 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/23 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/24 https://jamal.ub.ac.id/files/journals/1/articles/18632/submission/original/18632-149136-2-SM.asw https://jamal.ub.ac.id/files/journals/1/articles/18633/submission/original/18633-149137-1-SM.asw https://jamal.ub.ac.id/files/journals/1/articles/18634/submission/original/18634-149138-1-SM.asw https://jamal.ub.ac.id/files/journals/1/articles/18635/submission/original/18635-149139-1-SM.asw https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/25 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/26 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/27 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/28 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/29 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JIIP/libraryFiles/downloadPublic/7 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JIIP/libraryFiles/downloadPublic/8 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JIIP/libraryFiles/downloadPublic/9 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JIIP/libraryFiles/downloadPublic/11 https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/JIIP/libraryFiles/downloadPublic/12 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/30 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/31 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/32 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/33 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/34 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/3 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/4 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/5 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/6 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/7 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/147 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/148 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/149 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/150 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/151 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/35 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/36 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/37 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/38 https://jurnal.fisip.untad.ac.id/index.php/JPAG/libraryFiles/downloadPublic/7 https://jurnal.fisip.untad.ac.id/index.php/JPAG/libraryFiles/downloadPublic/8 https://jurnal.fisip.untad.ac.id/index.php/JPAG/libraryFiles/downloadPublic/9 https://jurnal.fisip.untad.ac.id/index.php/JPAG/libraryFiles/downloadPublic/10 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/8 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/9 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/10 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/11 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/14 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/15 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/16 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/17 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/39 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/40 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/41 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/42 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/43 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/152 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/153 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/154 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/155 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/156 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/157 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/158 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/159 https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/uktub/libraryFiles/downloadPublic/160 https://jamal.ub.ac.id/files/journals/1/articles/18641/submission/original/18641-149151-2-SM.asw https://jamal.ub.ac.id/files/journals/1/articles/18642/submission/original/18642-149152-1-SM.asw https://jamal.ub.ac.id/files/journals/1/articles/18643/submission/original/18643-149153-1-SM.asw https://jamal.ub.ac.id/files/journals/1/articles/18644/submission/original/18644-149154-1-SM.asw https://jamal.ub.ac.id/files/journals/1/articles/18645/submission/original/18645-149155-1-SM.asw https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/44 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/45 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/46 https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/kjrt/libraryFiles/downloadPublic/47 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/18 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/19 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/20 https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/libraryFiles/downloadPublic/21