IAIN Pontianak

Integrasi Nilai Islam dan Akhlak Mulia Kunci Menghadapi Era Revolusi 5.0 di Telok Pakedai

Telok Pakadai (iainptk.ac.id) 16/11/2025 – Prodi Magister PAI Pascasarjana IAIN Pontianak Kembali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berorientasi karya Ilmiah (PKM.KI) 2025. Tim mahasiswa pascasarjana yang di dampingi oleh Prof. Dr. Arief Sukino, M.Ag disambut antusias oleh mitra PKM yakni keluarga besar Yayasan Babaussalam beserta perangkat desa. Hadir dalam acara pembukaan Kades desa Madura bpk Jatim kepala sekolah SMA Keterampilan bpk Suhanto, S,Pd.I beserta dewan guru dan tendik.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dipimpin oleh saudara Sunarwi, SH. Dan anggotanya Adalah Roziqin, Dodi Mulyadi, Zidni. Tim mengusung ini tema Kajian Integrasi Nilai-nilai Islam dan Akhlak Mulia dalam sistem pendidikan di SMA Keterampilan. di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Telok Pakedai. Program ini dirancang sebagai respons proaktif terhadap tantangan dan peluang era Revolusi 5.0 yang menuntut generasi muda tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan etika Islami yang kokoh.
Era Revolusi 5.0 yang menekankan kolaborasi antara manusia dan teknologi canggih, seringkali menimbulkan kekhawatiran tentang dehumanisasi dan pergeseran nilai. Menyadari hal ini, kegiatan PKM-KI menyoroti bahwa pendidikan karakter dan moral menjadi pondasi yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan. Melalui seminar dan dan pelatihan siswa SMA Keterampilan Babussalam diajak untuk memahami bahwa penguasaan keterampilan dan teknologi harus berjalan beriringan dengan pengamalan ajaran Islam, menjadikannya ‘benteng’ moral di tengah arus informasi digital yang deras.


Implementasi dari program ini melibatkan peninjauan dan penguatan kurikulum lokal yang sudah ada di SMA Keterampilan Babussalam, yang memang fokus pada keterampilan dan wirausaha. Nilai-nilai seperti kejujuran (siddiq), tanggung jawab (amanah), saling tolong-menolong (ta’awun), dan profesionalisme (itqan) diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran keterampilan dan kegiatan kewirausahaan. Tujuannya adalah mencetak lulusan yang tidak hanya mampu bersaing dalam dunia kerja berbasis teknologi, tetapi juga menjadi muslim yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif kepada masyarakat, sejalan dengan visi Society 5.0 yang berpusat pada manusia.
Keberhasilan kegiatan PKM-KI ini diharapkan dapat menjadi model bagi lembaga pendidikan lain di Kabupaten Kubu Raya. Dengan memprioritaskan integrasi spiritualitas dan moralitas dalam pendidikan keterampilan, SMA Keterampilan Yayasan Babussalam diproyeksikan akan menghasilkan generasi yang siap secara mental dan spiritual menghadapi dinamika globalisasi dan Revolusi 5.0. Kegiatan ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kematangan etika untuk memastikan bahwa inovasi digunakan demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Editor : Bambang