Pontianak (iainptk.ac.id) 23 April 2026 – Kegiatan diskusi dosen dalam forum Parade Isu-isu Terkini (PARIT) yang diselenggarakan Pascasarjana IAIN Pontianak pada Kamis, 16 April 2026, menghadirkan Haris Supiandi sebagai narasumber dengan tema “Strategi Lolos Hibah Indonesia Raya”. Diskusi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada dosen dan mahasiswa mengenai peluang pendanaan kebudayaan melalui program Hibah Indonesia Raya.
Dalam pemaparannya, Haris Supiandi menjelaskan bahwa Hibah Indonesia Raya merupakan akses dukungan pendanaan bagi perseorangan, komunitas, maupun lembaga untuk merealisasikan berbagai inisiatif kebudayaan melalui beragam program kegiatan. Beberapa program yang dapat diikuti antara lain dokumentasi karya pengetahuan maestro, pendayagunaan ruang publik, serta kajian objek pemajuan kebudayaan dan cagar budaya. Selain itu, program ini juga berfokus pada 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), yaitu tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, pengetahuan tradisional, olahraga tradisional, seni, teknologi tradisional, ritus, dan bahasa.


Haris Supiandi juga memaparkan sejumlah kiat agar proposal memiliki peluang lebih besar untuk lolos pendanaan. Pertama, peserta harus memilih program yang selaras dengan judul dan luaran kegiatan. Kedua, judul proposal harus jelas dan spesifik dengan mencantumkan objek, lokasi, serta unsur budaya yang diangkat. Ketiga, bagian pendahuluan harus mampu menjelaskan urgensi objek kebudayaan, misalnya karena berada dalam kondisi rawan punah, minim penelitian, masih menggunakan bahasa asli, belum ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, atau terkait dengan keberadaan maestro yang telah lanjut usia.
Selain itu, beliau menekankan bahwa seluruh dokumen harus disusun sesuai dengan template resmi yang telah disediakan. Setiap bagian dalam borang juga harus diisi, termasuk bagian yang bersifat opsional, serta dilengkapi dengan portofolio dan curriculum vitae yang meyakinkan. Pengalaman penelitian atau kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan dinilai menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.
Melalui kegiatan diskusi PARIT ini, para dosen dan mahasiswa Pascasarjana IAIN Pontianak diharapkan mampu memanfaatkan peluang Hibah Indonesia Raya untuk mengembangkan riset, pengabdian, serta dokumentasi kebudayaan berbasis akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Penulis : Syamsul
Editor : Bambang
