Potianak (iainptk.ac.id) 3 Desember 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak kembali meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan Simulasi Akreditasi untuk Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) dan Manajemen Bisnis Syariah (MBS). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 2–3 Desember 2025 di Ruang Sidang Senat IAIN Pontianak tersebut menjadi langkah strategis dalam mematangkan persiapan menuju akreditasi tahun 2026.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FEBI, Dr. Samsul Hidayat, MA, yang dalam sambutannya menekankan bahwa evaluasi merupakan kunci utama dalam menjaga mutu perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar formalitas akreditasi, tetapi proses manajerial yang harus dibudayakan secara berkelanjutan.
“Setiap ikhtiar yang kita lakukan hari ini harus bisa dikoreksi agar langkah kita ke depan lebih terarah. Evaluasi harus dilakukan setiap tahun atau empat tahun sekali. Ini bukan beban, melainkan kebutuhan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai standar SN DIKTI maupun BAN-PT,” ujar Dr. Samsul.
Ia juga berharap simulasi ini dapat menghadirkan masukan konkret bagi penyempurnaan dokumen borang serta penguatan kurikulum FEBI. Dirinya mengapresiasi kerja keras seluruh dosen, panitia, dan pengelola program studi yang telah mempersiapkan kegiatan strategis tersebut.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Pontianak, Prof. Dr. Muhammad Edi Kurnanto, M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan apresiasi kepada dua prodi FEBI yang secara proaktif melakukan simulasi akreditasi sebagai bentuk kesiapan menghadapi visitasi asesor nantinya.
Prof. Edi juga memaparkan beberapa temuan penting dari Assessment Lapangan (AL) sebelumnya. Salah satu isu krusial adalah banyaknya tautan data yang tidak dapat diakses, yang berpotensi memengaruhi penilaian akreditasi.
“Setiap dokumen harus diperiksa kembali. Pastikan link dapat dibuka dan berkas dapat diakses dengan baik. Hal-hal teknis seperti ini sering kali luput, namun sangat menentukan dalam penilaian asesor,” tegasnya.
Melalui simulasi akreditasi ini, FEBI IAIN Pontianak menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas dokumen borang, dan memastikan seluruh standar terpenuhi sesuai ketentuan. Persiapan yang dilakukan tidak hanya menargetkan kelulusan akreditasi, tetapi juga berambisi meraih predikat unggul pada tahun 2026.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa FEBI IAIN Pontianak terus bergerak, berbenah, dan berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas demi kemajuan institusi serta peningkatan layanan akademik kepada mahasiswa. Dengan sinergi seluruh civitas akademika, FEBI optimistis dapat mencapai standar terbaik dan menghadirkan lulusan yang unggul serta kompetitif di dunia kerja.
Penulis : Erika
Editor : Bambang
