Pontianak (iainptk.ac.id) 23 Februari 2026— Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak kembali menyelenggarakan program Kultum Ba’da Zuhur. Kegiatan yang rutin dilaksanakan selama bulan Ramadan ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi sivitas akademika.
Program Kultum Ba’da Zuhur tersebut akan berlangsung sepanjang bulan Ramadan, mulai hari Senin hingga Kamis setiap pekannya. Kegiatan ini menjadi agenda pembinaan spiritual yang konsisten digelar untuk memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus.
Pada Senin, 23 Februari 2026, kultum disampaikan oleh Dr. H. Moh. Junaidin, M.A., yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Pontianak. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema tentang hikmah puasa sebagai sarana pembentukan kesehatan fisik sekaligus transformasi spiritual.
Dr. H. Moh. Junaidin menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pendidikan diri yang sarat makna. Beliau mengilustrasikan bahwa di alam semesta, sejumlah makhluk hidup juga mengalami fase “puasa” sebagai bagian dari siklus kehidupannya. Ayam, ular, ulat, dan hewan lainnya melalui proses biologis yang menyerupai jeda makan demi keberlangsungan hidup dan perubahan diri.
Beliau mencontohkan ular yang berpuasa sebelum berganti kulit. Setelah proses tersebut, ular kembali menjalani kehidupannya dengan kondisi fisik yang baru. Demikian pula ulat yang memasuki fase kepompong sebelum berubah menjadi kupu-kupu. Transformasi tersebut menjadi simbol perubahan dari kondisi yang sederhana menuju bentuk yang lebih indah dan bermanfaat.
“Setelah bulan Ramadan, kita ingin menjadi seperti kupu-kupu. Keluar dari Ramadan dalam keadaan lebih bertakwa,” ujar beliau di hadapan jamaah.
Menurut Dr. H. Moh. Junaidin, Ramadan merupakan momentum pembaruan diri. Puasa melatih pengendalian hawa nafsu, memperkuat kesabaran, serta menumbuhkan empati kepada sesama. Lebih dari itu, beliau menyampaikan bahwa puasa juga memiliki manfaat kesehatan. Secara medis, puasa dapat membantu proses detoksifikasi tubuh dan memberi kesempatan sistem pencernaan untuk beristirahat.
Beliau juga menekankan pentingnya sahur. “Sahur mengandung keberkahan. Ketika kita berniat puasa, tubuh sudah bersiap. Otak memberi sinyal kepada lambung bahwa hari itu kita berpuasa, sehingga asam lambung dapat terkontrol dengan baik,” jelas beliau.
Di akhir tausiyah, Dr. H. Moh. Junaidin mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengisi bulan Ramadan dengan ibadah yang maksimal, tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga memperbanyak amal saleh, menjaga lisan, serta meningkatkan kualitas ketakwaan.
Beliau mengingatkan tentang pintu surga Ar-Rayyan, pintu khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa. “Mari kita menjadi hamba-hamba yang dirahmati Allah Swt. dan termasuk golongan yang kelak dipanggil melalui pintu Ar-Rayyan,” tutur beliau.
Melalui program Kultum Ba’da Zuhur yang dilaksanakan secara rutin setiap Ramadan ini, diharapkan seluruh keluarga besar IAIN Pontianak dapat menjadikan bulan suci sebagai momentum pembinaan diri, sehingga keluar dari Ramadan dalam keadaan lebih sehat, lebih sabar, dan lebih bertakwa.
Penulis : BEP
Editor : Bambang

