Pontianak (iainptk.ac.id) 06 Mei 2026 – IAIN Pontianak menerima kunjungan dari UIN Banten pada Rabu, 06 Mei 2026. Kunjungan yang berlangsung di ruang rektor tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Banten beserta Kepala Biro, dalam rangka memperkuat kerja sama dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan ISO serta upaya internasionalisasi kampus.
Rektor UIN Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melakukan sharing dan pembelajaran mengenai implementasi ISO, khususnya dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa meskipun UIN Banten telah berstatus universitas, hal tersebut tidak serta-merta menjadikan semua aspek telah terpenuhi secara optimal.
“Kami masih perlu banyak belajar, terutama terkait internasionalisasi dan penerapan ISO dari kampus yang telah lebih dulu berkembang. Kami juga berharap ada tindak lanjut terkait kebutuhan teknis ISO ke depan,” ujarnya.
Selain itu, pihak UIN Banten juga menyatakan komitmennya untuk turut mendukung IAIN Pontianak dalam proses pengembangan kelembagaan menuju transformasi menjadi universitas.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Pontianak, Dr. H. Moh. Junaidin, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menuturkan bahwa pembahasan terkait ISO akan ditindaklanjuti oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pontianak melalui diskusi yang lebih intensif dengan pihak UIN Banten.
“Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Terkait ISO, akan kami serahkan kepada LPM untuk didiskusikan lebih lanjut. Kami juga tentu membutuhkan dukungan dari UIN Banten dalam melengkapi berbagai persyaratan menuju UIN,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala LPM IAIN Pontianak, Prof. Dr. M. Edi Kurnanto, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa proses sertifikasi ISO di kampusnya telah dimulai sejak tahun 2019. Dalam proses tersebut, IAIN Pontianak mendapatkan pendampingan dari pihak ketiga, yaitu PT. Derka, dalam penyusunan dokumen hingga verifikasi ke lembaga sertifikasi.
Ia juga menambahkan bahwa setelah tahap verifikasi, kampus dapat melanjutkan ke proses audit surveillance sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap sistem manajemen mutu.
“Jika ke depan UIN Banten memerlukan pendampingan, kami siap membantu sepenuhnya. Termasuk jika membutuhkan dukungan dari pihak ketiga, kami siap memfasilitasi komunikasi tersebut,” jelasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempererat sinergi antar perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, khususnya dalam peningkatan mutu, penguatan tata kelola berbasis standar internasional, serta percepatan transformasi kelembagaan menuju universitas.
Penulis : Aditya
Editor : Bambang
