Dosen UIN Jakarta Jadi Pendaftar Keempat Bakal Calon Rektor IAIN Pontianak 2026–2030

Pontianak (iainptk.ac.id) Senin, 11 Mei 2026 — Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak masa jabatan 2026–2030 kembali menerima berkas pendaftaran bakal calon rektor dari luar IAIN Pontianak. Pendaftar keempat tersebut ialah Prof. Dr. Muhammad, M.Ag., dosen sekaligus akademisi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Berkas pendaftaran Prof. Muhammad diterima langsung oleh Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor IAIN Pontianak. Selanjutnya, panitia melakukan pemeriksaan administrasi awal terhadap berkas yang diserahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor IAIN Pontianak, Eka Hendry Ar., M.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa proses penjaringan bakal calon rektor dibuka secara nasional bagi dosen yang memenuhi persyaratan, termasuk akademisi yang berasal dari luar lingkungan IAIN Pontianak.

“Pendaftaran bakal calon Rektor IAIN Pontianak terbuka secara nasional bagi akademisi yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Jadi, bakal calon tidak harus berasal dari internal IAIN Pontianak,” ujar Eka Hendry.

Eka Hendry menambahkan, keikutsertaan pendaftar dari luar daerah menunjukkan bahwa proses penjaringan Bakal Calon Rektor IAIN Pontianak mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi dan perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

“Panitia menyambut baik partisipasi para akademisi, baik dari internal maupun eksternal kampus. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme dan perhatian terhadap proses pemilihan Rektor IAIN Pontianak,” tambahnya.

Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. merupakan akademisi kelahiran Kaboro, Bima, 24 Mei 1971. Saat ini, Prof. Muhammad tercatat sebagai dosen pada Program Doktor Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam riwayat pendidikannya, Prof. Muhammad menyelesaikan pendidikan S1 Ekonomi di Universitas Negeri Malang pada 1996, S2 Ekonomi Islam di Universitas Muhammadiyah Malang pada 1999, serta S3 Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Alauddin Ujungpandang, yang kini menjadi UIN Alauddin Makassar, pada 2004.

Ketua Panitia Penjaringan juga menyampaikan bahwa pendaftaran bakal calon rektor masih dibuka hingga 19 Mei 2026. Setelah masa pendaftaran berakhir, tahapan verifikasi berkas akan berlangsung hingga 21 Mei 2026. Adapun hasil penjaringan dijadwalkan diumumkan pada 25 Mei 2026.

Berkas pendaftaran dapat diserahkan langsung ke Sekretariat Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor IAIN Pontianak di Gedung Biro AUAK IAIN Pontianak lantai 2. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan ketentuan teknis penjaringan dapat diakses melalui laman resmi panitia di https://panjar.iainptk.ac.id.

Penulis : BEP

Editor : Bambang