BANDAR SERI BENGAWAN. Hari pertama Pesta Buku Brunei 2019, karya-karya lokal dosen IAIN Pontianak menjadi pusat perhatian pengunjung stan pameran Indonesia di Stadium Tertutup Kompleks Sukan Negara Hasanal Bolkiah, Berakas, Rabu (27/2).

Usai pembukaan Pesta Buku Brunei, pengunjung mulai berdatangan mengunjungi stan Indonesia. Buku-buku karya lokal terbitan IAIN Pontianak Press menjadi perhatian pengunjung, termasuk salah satu buku karya Dr. Yusriadi, MA dengan judul Identitas Orang Melayu di Hulu Sungai Sambas. “Alhamdulilah buku lokal Kalimantan Barat banyak menjadi perhatian dan peminat pengunjung, buku karya Dr. Yusriadi, MA habis terjual” ungkap Saripaini, anak Club Menulis saat menjaga stan Indonesia. Begitu juga dengan buku karya lokal lainnya yang diterbitkan oleh Top Indonesia laku terjual.

Antusias pengunjung ke stan Indonesia di Pesta Buku Brunei 2019 datang dari seorang Peneliti Budaya dan Sejarah Borneo dari Brunei, Hefni. Ia menuturkan bahwa selama ini mencari informasi tentang budaya dan sejarah Borneo, namun masih sangat kurang.

Ajang Pesta Buku Brunei 2019 menjadi momen dimana salah satu informasi buku tentang kebudayan Borneo tersedia di stan Indonesia. “Saya akan mengkoleksi buku-buku yang terkaitan tentang sejarah dan kebudayaan Borneo”, ujar peneliti dari negeri Hasanah Bolkiah ini sambil mendokumentasikan buku-buku tentang Borneo di stan Indonesia.

Pada kesempatan ini, stan Indonesia dikunjungi oleh beberapa pejabat penting mulai dari Menteri Kebudayaan Brunei Darussalam, Kedubes Indonesia Dr. Sujatmiko, MA, Kedubes Myanmar dan Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Pusat, Rosidayati Rozalina. Pihak IKAPI Pusat, juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan dari IKAPI Provinsi Kalimantan Barat yang bersedia hadir dalam momen tahunan ini. (Fahmi Ichwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here