IAIN Pontianak

KIIS Seri-54, Rektor IAIN Pontianak Sampaikan Pentingnya Moderasi Beragama

 

Beliau juga menyinggung prihal terorisme “Terorisme berbasis agama sesungguhnya buah dari fanatisme kefahaman beragama. Tindakan teror lahir dari kedangkalan dalam pemahaman agama / fanatik.”

Tak kalah penting, beliau juga menjelaskan perbedaan secara fundamental antara radikal dalam agama dan radikal dalam politik. “Radikalme dalam pengetetahuan artinya memahami sesuatu (obyek kajian) secara mendalam samapai ke akar-akarnya. Radikalisme dalam beragama sesungguhnya akan melahirkan pengetahuan yang dalam, maka akan melahirkan toleransi.”

“Sedangkan radikal dalam politik dan bernegara berupa ikhtiar dan hajat mengambil alih kekuasaan secara ekstrim dan kekerasan, seperti kudeta dan lain-lain. Radikalisme dalam bernegara melahirkan terorisme yang memperalat fanatiseme beragama,” pungkas beliau.

Penulis : Bambang Eko Priyanto
Editor : Omar Mukhtar

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print

Recent Post :

Sekjen Kemenag RI Sampaikan Asal Usul Tradisi Halal Bihalal
Halal Bihalal, Gubernur Ingin Kalbar memiliki Sumber Daya Manusia yang baik
Halal Bihalal, Rektor IAIN Pontianak Sampaikan 4 Pilar Program Kerja
Penandatanganan Kontrak Penelitian Tahun 2022, Outcome Jurnal dan Buku
Rektor Hadiri Halal Bihalal Kejati Kalbar, Menanggalkan Egoisme untuk Kebersamaan dalam Memperkokoh Keberagaman

Information :