Pontianak (iainptk.ac.id) Rabu, 17 Juni 2026 – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi refleksi penting bagi seluruh pegawai IAIN Pontianak untuk memperkuat semangat perubahan dan peningkatan kualitas diri. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Pontianak, Dr. H. Moh. Junaidin, S.Ag., M.A., saat menjadi pembina dalam apel rutin pegawai yang dilaksanakan pada Rabu (17/6/2026) di halaman Gedung FEBI IAIN Pontianak.
Dalam amanatnya, Moh. Junaidin mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam kepada seluruh civitas akademika IAIN Pontianak. Ia berharap momentum pergantian tahun Hijriah membawa keberkahan dan semangat baru bagi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kampus.
“Pertama-tama saya ucapkan selamat Tahun Baru Islam. Semoga keberkahan senantiasa melimpahi kita semua,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan kabar perkembangan transformasi kelembagaan IAIN Pontianak menuju Universitas Islam Negeri (UIN). Menurutnya, proses perubahan status tersebut telah mendapatkan kepastian dan direncanakan terealisasi pada tahun depan bersamaan dengan tujuh perguruan tinggi keagamaan Islam lainnya di Indonesia.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju UIN bukanlah proses yang mudah. Berbagai upaya dan pengorbanan telah dilakukan oleh seluruh pihak selama bertahun-tahun untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut.
“Perubahan menuju UIN merupakan perjuangan panjang yang membutuhkan kesungguhan. Pada dasarnya, hijrah selalu menuntut pengorbanan untuk mencapai sesuatu yang lebih besar dan lebih baik,” katanya.




Mengaitkan makna hijrah dengan kehidupan organisasi, Moh. Junaidin mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan transformasi institusi sebagai momentum transformasi pribadi. Menurutnya, keberhasilan perubahan status kampus harus diiringi dengan perubahan pola pikir, etos kerja, dan karakter sumber daya manusia yang ada di dalamnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh pegawai perlu meningkatkan integritas, profesionalisme, serta meninggalkan berbagai kebiasaan dan mentalitas yang tidak lagi relevan dengan tuntutan organisasi yang terus berkembang.
“Jika kampus kita akan segera berhijrah menjadi UIN, maka kita sebagai tenaga kerjanya juga harus berhijrah menjadi lebih baik. Tingkatkan integritas dan tinggalkan mentalitas buruk yang selama ini menghambat kemajuan,” tegasnya.
Apel rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 17 tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh pegawai dari berbagai unit kerja di lingkungan IAIN Pontianak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penguatan kedisiplinan, tetapi juga wadah penyampaian informasi strategis serta motivasi bagi seluruh pegawai dalam mendukung kemajuan institusi.
Dengan semakin dekatnya transformasi IAIN Pontianak menjadi UIN, semangat hijrah yang digaungkan dalam apel tersebut diharapkan dapat menjadi energi kolektif bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kinerja, dan kontribusi dalam mewujudkan kampus Islam yang unggul, modern, dan berdaya saing.
Penulis : Aditya
Editor : Bambang
