PONTIANAK (iainptk.ac.id)–American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) menggandeng IAIN Pontianak dalam kegiatan Sosialisasi Beasiswa Fulbright Fellowship Programs for Indonesians, Rabu (19/12) di Gedung Rektorat Lantai IV. Peserta yang hadir terdiri dari Dosen dan Mahasiswa IAIN Pontianak serta beberapa peserta dari luar.

Program Fulbright merupakan salah satu program beasiswa bergengsi di dunia. Program beasiswa ini dirancang dan digagas untuk pertukaran pelajar internasional untuk sarjana, pendidik, mahasiswa pasca sarjana, dan profesional yang didirikan oleh Senator Amerika Serikat, J. William Fulbright pada tahun 1946. Program ini beroperasi lebih dari 155 negara. Tercatat ada 40 alumni Fulbright berhasil memenangkan hadiah Nobel.

Program Officer AMINEF, Nurise Widjaya mengatakan program beasiswa Fulbright di Indonesia antara lain yaitu program beasiswa Fulbright Master’s Degree dan Fulbright Doctoral Degree (Ph.D), Fulbright Visiting Scholars dan Fulbright US-ASEAN Initiative, Beasiswa Pengembangan Profesional di antaranya Hubert H. Humphrey, Fulbright Foreign Language Teaching Assistant (FLTA), Fulbright Distinguished Awards in Teaching Program for International Teachers (DAI).

Ia pun mengungkapkan ketentuan dan persyaratan umum untuk mendapatkan beasiswa Fulbright, antara lain: Warga Negara Indonesia, memiliki prestasi akademis dengan IPK minimum 3.00, aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, memiliki bakat kepemimpinan, memahami kebudayaan Indonesia dan kebudayaan asing. Hal-hal penting lainnya yang terkait tentang beasisiwa Fulbright silahkan kunjungi situs www.aminef.or.id.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Pontianak, Segu, MA berharap Mahasiswa IAIN Pontianak dapat lolos seleksi dan mendapatkan beasiswa fulbright serta memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar di Amerika.

Ia pun berpesan kepada segenap mahasiswa maupun dosen yang berkeinginan mendapatkan beasiswa fulbright atau apapun yang masih dalam naungan AMINEF agar menyakinkan diri dan tidak ragu untuk mencoba kesempatan langka tersebut. “Jangan ragu untuk mencoba karena setelah mencoba kita akan tahu dimana letak kelemahan dan kelebihan yang kita miliki. Sehingga kita dapat memperbaiki kekurangan dan mempertahankan yang telah baik.” ungkapnya.

Penulis: Septian Utut
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here