Tulungagung (iainptk.ac.id) Minggu, (21/6/2026) — Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini tercermin dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) serta Pekan Olahraga dan Seni (Pesona) PTKI Tahun 2026, yang digelar di Ballroom Hotel Azzana, Tulungagung, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program yang diinisiasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Sebelumnya, rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., di Aula Pertemuan Gedung M UIN Syekh Wasil, Kediri. Kehadiran Menag yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno, dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron ini disambut antusias oleh para Rektor serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan PTKI. Turut hadir pula Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., selaku Ketua Forum Rektor PTKIN.
Dalam arahannya, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasarudin Umar menyampaikan pentingnya penguatan kemampuan mahasiswa PTKI tidak hanya di bidang akademik namun juga nonakademik. Pelaksanaan OASE PTKI yang berfokus pada pencarian talenta-talenta baru ini dinilai sebagai salah satu keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Ada sifat nabi yang perlu kita kaji, yang sangat suka akan talenta-talenta dan terobosan baru,” tutur Menteri Agama RI.

Menteri Agama Republik Indonesia menyebut bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan apresiasi yang tinggi atas karya inovatif para pemuda. Dengan teladan ini, Menag berharap PTKI dapat kembali menumbuhkan semangat inovasi di kalangan mahasiswa.
“Waktunya sudah harus berganti. Buktinya, banyak madrasah yang berhasil memunculkan talenta-talenta hebat dan inovasi yang memukau, menyaingi sekolah umum manapun,” tambah Prof. Nasarudin Umar.
Prof. Nasarudin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia juga menekankan tiga kemampuan yang perlu dikuasai mahasiswa, yakni kemampuan berbahasa asing, keterampilan di bidang seni, dan ketangkasan di dunia olahraga. Kegiatan OASE PTKI dinilai mampu menjadi wadah bagi para talenta muda berbakat untuk mengasah kemampuan mereka.
“Berikan motivasi kepada anak-anak kita agar lebih aktif dalam masa mudanya. Berikan arahan-arahan yang baik di masa produktifnya,” tegas Menag RI.

Dalam acara tersebut, Ketua Forum Bidang Kemahasiswaan PTKIN, Prof. Abdur Rozaki, M.Si., yang juga Wakil Rektor 3 UIN Sunan Kalijaga menekankan bahwa PTKIN memiliki peran strategi yang semakin nyata dalam mendorong terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045.
“PTKIN semakin terlihat nyata dalam mendorong Indonesia Emas pada tahun 2045. Hal ini tercermin dari berbagai pengembangan talenta mahasiswa, baik talenta akademik, seni, maupun olahraga,” ujar Prof. Abdur Rozaki.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa OASE dan Pesona menjadi dua wahana utama dalam penyemaian dan pengembangan bakat mahasiswa di lingkungan PTKIN. Keduanya dirancang sebagai lembaga yang melahirkan prestasi mahasiswa di tingkat nasional.
“Arena penyemaian talenta itu terangkum dalam OASE dan Pesona. Dua ajang ini menjadi wadah melahirkan prestasi-prestasi mahasiswa di tingkat PTKIN,” tambahnya.

Prof Abdur Rozaki juga menegaskan bahwa penyelenggaraan OASE 2026 dirancang untuk memastikan tersedianya ruang yang kondusif dan nyaman bagi para mahasiswa berbakat untuk bersinar dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan PTKIN atas dukungan dan komitmen yang telah diberikan dalam memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas komitmen dan dedikasi para pimpinan atas terfasilitasinya kegiatan OASE 2026,” ucapnya.
OASE PTKI 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam mengokohkan posisi perguruan tinggi Islam negeri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi berkarakter, kreatif, dan berprestasi di berbagai bidang demi masa depan bangsa.
Penulis: Maghrisul Akhiroh Syam, Kontributor Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
