Pontianak, 8 Juni 2026 – Pascasarjana IAIN Pontianak menggelar rapat rutin yang membahas pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), penguatan mutu akademik, serta pengembangan program Pascasarjana IAIN Pontianak. Dalam arahannya, Prof. Zaenuddin menekankan pentingnya memaksimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan e-learning serta mengutamakan pelaksanaan tugas-tugas pokok secara profesional. Selain itu, penetapan kelulusan SPMB dijadwalkan pada 10 Juni 2026.
Laporan dari Ketua Prodi Magister Studi Islam (MSI) Dr. Hamzah menyebutkan bahwa dari delapan pendaftar, enam peserta mengikuti tes dan seluruhnya dinyatakan lulus. Sementara satu peserta susulan dijadwalkan mengikuti tes pada hari yang sama.
Dr. Besse melaporkan bahwa Program Magister Pendidikan Bahasa Arab (MPBA) memperoleh empat mahasiswa baru. Ia juga mengusulkan adanya penyamaan persepsi dan peningkatan sistem penerimaan mahasiswa baru agar lebih efektif dan berkualitas. Menurutnya, perlu ada kejelasan terkait tanggung jawab terhadap kualitas pelaksanaan tes, baik yang dilakukan secara daring maupun luring di kampus. Sekprodi MES Nur Atikah, M.M., juga melaporkan bahwa tujuh calon mahasiswa prodi MES pada gelombang yang sedang berjalan dinyatakan lulus, dan jumlah pendaftar pada gelombang berikutnya diharapkan terus bertambah.
Senada dengan itu, Dr. Riza Fahmi menyampaikan bahwa hasil wawancara telah melibatkan sembilan calon mahasiswa dan prosesnya berjalan dengan baik. Namun, ia menilai perlu dilakukan evaluasi teknis serta penyamaan persepsi pewawancara sebelum proses wawancara dimulai. Ia juga menegaskan bahwa permohonan mahasiswa untuk memilih kelas tertentu tidak dapat serta-merta dipenuhi karena pembagian kelas telah diatur oleh institusi.
Dalam rapat tersebut Prof. Faizal Amin mengusulkan agar seleksi mahasiswa Program Doktor (S3) dilakukan secara lebih terstandar melalui kerja sama dengan laboratorium bahasa, dengan kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai salah satu kompetensi yang perlu diperhatikan. Ia juga menyampaikan bahwa hasil wawancara calon mahasiswa secara umum menunjukkan hasil yang baik.Sementara itu, Dr. Fauziah mengungkapkan tingginya minat masyarakat terhadap pembukaan program doktor (S3) di IAIN Pontianak. Ia juga menyoroti perlunya koordinasi dan sinkronisasi data yang lebih baik dalam pelaksanaan seleksi dan wawancara.
Melalui rapat ini, Pascasarjana IAIN Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik, sistem seleksi mahasiswa baru, serta penguatan kerja sama dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
