Malaysia (iainptk.ac.id) 13 November 2025 — Panitia Konferensi Antarbangsa Islam Borneo (KAIB) XVI dari IAIN Pontianak melakukan rapat evaluasi bersama Panitia KAIB dari Universiti Teknologi MARA (UITM) Cawangan Sarawak, Malaysia. Pertemuan berlangsung di Ruang Pertemuan Rektorat UITM Malaysia dan dihadiri delegasi dari kedua institusi.
Delegasi IAIN Pontianak terdiri atas Eka Hendry AR, Suhardiman, Suhaimi, Arif Masbukhin, serta Kepala Biro AUAK Dr. Moh. Junaidin, MA., yang hadir mewakili Rektor. Sementara itu, delegasi UITM dipimpin oleh Prof. Dr. Abdul Razak beserta jajaran panitia KAIB UITM.
Rapat ini diawali dengan penyampaian evaluasi pelaksanaan KAIB XVI oleh dua pihak. Prof. Dr. Abdul Razak memaparkan evaluasi dari perspektif UITM, sementara dari IAIN Pontianak disampaikan oleh Eka Hendry AR selaku PIC KAIB XVI. Dalam sesi tersebut, kedua pihak mengevaluasi seluruh tahapan kegiatan, termasuk aspek teknis, akademik, serta kolaborasi lintas institusi.
Selain evaluasi, rapat juga membahas arah pengembangan KAIB ke depan. Salah satu usulan penting adalah pembentukan komite atau badan tetap KAIB, lengkap dengan Presiden KAIB dan struktur organisasinya. Badan ini diharapkan menjadi steering committee untuk pelaksanaan KAIB berikutnya, sekaligus memperkuat tata kelola dan keberlanjutan program. Selain itu, turut dibahas rencana pembentukan keanggotaan tetap KAIB yang melibatkan seluruh kampus mitra.
Meskipun masa kerja panitia KAIB XVI secara formal telah berakhir, kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama akan tetap berlanjut. Beberapa tugas lanjutan—seperti publikasi artikel di jurnal terakreditasi—akan terus dikerjakan bersama sebagai bagian dari komitmen akademik antara IAIN Pontianak dan UITM.
Dalam sambutannya, Dr. Moh. Junaidin, MA., yang turut mendampingi delegasi IAIN Pontianak, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kolaborasi yang terjalin selama pelaksanaan KAIB XVI. Beliau menegaskan bahwa meski baru bertugas di IAIN Pontianak, dirinya mengikuti perjalanan pelaksanaan KAIB karena UIN Antasari—tempat beliau bertugas sebelumnya—juga merupakan mitra KAIB.
“Semoga kerja sama ini semakin kuat dan terus berkembang pada masa-masa mendatang,” ujar Dr. Junaidin mengakhiri sambutannya.
Rapat evaluasi ditutup dengan komitmen bersama untuk memperluas jejaring, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat posisi KAIB sebagai forum ilmiah bergengsi di kawasan Borneo dan Asia Tenggara.
