SARAWAK (iainptk.ac.id)-Rombongan peserta dan pendamping Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Mandiri LP2M IAIN Pontianak Tahun 2019 tiba di Hikmah, Sarawak-Malaysia, Jum’at (3/5). Kedatangan mereka disambut oleh pejabat dan pengurus Hikmah yang hadir saat itu, di antaranya Prof. H. Abang Ahmad Rizwan, Jabatan Agama Islam Sarawak, Ustadz Haji Madehi, Pengurus Dakwah Hikmah, Ustadz Haji Idris bin Ahmad, Penolong Pegawai Kemasyarakatan Hikmah, Ustadz Haji Fadli. Seluruh peserta PPM Mandiri sebanyak 35 orang yang berasal dari 5 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Indonesia tersebut mengikuti acara seremonial dan ramah tamah sekaligus pembekalan sebelum akhirnya mengabdikan dirinya di perkampungan-perkampungan yang telah ditunjuk oleh pihak Hikmah. 35 peserta yang dimaksud berasal dari UIN Antasari Banjarmasin sebanyak 15 orang, IAIN Pontianak 12 orang, IAIN Kerinci 5 orang, IAIN Palangkaraya 2 orang, dan STIT Iqra’ Kapuas Hulu  1 orang.

Dalam sambutannya, Penolong Pegawai Kemasyarakatan Hikmah, Ustadz Haji Fadli mengungkapkan jika 35 peserta PPM Mandiri ini nantinya akan ditempatkan di 9 kampung, antara lain yaitu Kampung Pueh Kinik, Lundu, Kampung Pasir Tengah, Lundu, Kampung Biawak, Lundu, Kampung Stungkor, Lundu, Kampung Pedaun Bawah, Bau, Kampung Darul Falah, Temong Tebedu, Kampung Gawang Ulu, Simunjan, Kampung Ruan, Lama Simunjan, dan Kampung Gayau Jasa, Pantu Sri Aman.

“Kami harap disana setiap peserta mencatat setiap apapun yang berkaitan dengan sejarah Islam dan perkembangan Islam di kampung tersebut.” Ungkapnya.

Sementara itu Pengurus Dakwah Hikmah, Ustadz Haji Idris bin Ahmad mengucapkan terima kasih atas support yang selama ini diberikan oleh IAIN Pontianak dalam menyukseskan kegiatan ini. “Terima kasih kepada IAIN Pontianak. Ini merupakan tahun keempat semenjak diberlakukan kerjasama. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di akhir akan ada pembentangan laporan dari masing-masing kelompok.” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Jabatan Agama Islam Sarawak, Ustadz Haji Madehi. Ia menuturkan kesempatan mengabdikan diri di perkampungan Sarawak merupakan suatu keberuntungan yang akan diperoleh oleh setiap peserta. Karena nantinya setiap peserta akan melihat sendiri bagaimana proses Islam yang terjadi di beberapa perkampungan Sarawak yang dihuni oleh muallaf.

Ia berpesan, hal yang paling penting diterapkan nantinya yaitu akidah ahlussunnah wal jama’ah sifat 20. Adapun madzhab yang notabene dipakai oleh masyarakat yaitu Imam Syafi’i. Kemudian memiliki pegangan tasawuf dari Imam Al-Ghazali.

“Ada pantang larang dari sudut adat yang harus kita hormati. Dimanapun kita berada ada rasa hormat dan keikhlasan. Perbanyaklah bertanya sebelum bertindak. Bertanya untuk persoalan yang penting saja.” jelasnya.

Ketua LP2M IAIN Pontianak, Sukardi, SH., M.Hum yang turut hadir dalam kesempatan itu berharap jika kegiatan PPM Mandiri Sarawak-Malaysia dikekalkan. Menurutnya memang ada perbedaan kebiasaan dan adat istiadat antara Indonesia dan Malaysia. Namun walau begitu ia percaya jika peserta yang berpatisipasi dalam kegiatan PPM menganut ahlu sunnah wal jamaah dan menganut paham madzhab syafi’i. “Pesan saya kepada seluruh peserta agar pandai-pandailah bersosialisasi. Jaga sikap dan tata krama. Jadilah pionir dan agen terbaik di masyarakat. Bertanya sebelum melakukan sesuatu. Jagalah nama baik kampus dan Indonesia.” pungkasnya.

Penulis: Septian Utut
Editor: Aspari Ismail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here