Rektor IAIN Pontianak

Dr. H. Syarif, MA lahir di Ketapang, 24 Mei 1971. Saat ini menjabat sebagai Rektor IAIN Pontianak Masa Jabatan 2018-2022 ini bertempat tinggal di Komplek Villa Sepakat No. 18 Jl. Sepakat 2. Rektor termuda dalam sejarah kepemimpinan IAIN Pontianak ini memiliki motivasi dan keyakinan tinggi dalam setiap hal yang akan diwujudkannya. Oleh karena itu tidak heran jika kesuksesannya menjadi orang nomor satu di IAIN Pontianak diraihnya berkat kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas yang dilakukannya selama ini.

Syarif begitu panggilannya menyelesaikan jenjang pendidikannya di SDN Pematang Naning, Ketapang tahun 1985. Selanjutnya ia pun melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Ketapang dan lulus tahun 1988. Setelah lulus ia pun melanjutkan ke Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) lulus tahun 1991. Berkat perjuangan dan tekad yang kuat ia pun melanjutkan studi Strata 1 di IAIN Syarif Hidayatullah Cabang Jakarta dan lulus tahun 1996. Tidak berhenti sampai disitu, ia pun hijrah ke Ibu Kota untuk melanjutkan studi Strata 2 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lulus tahun 2003. Akhirnya pada tahun 2009 ia pun berhasil meraih gelar Doktor pada bidang Tafsir Hadits di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Penulis buku fenomenal Wujud di Balik Teks ini pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Syariah STAIN Pontianak. Kemudian ia pun pernah menjabat sebagai Asisten Direktur II Pascasarjana STAIN Pontianak. Pada tahun 2014-2018 ia diamanahi jabatan strategis sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan. Akhir tahun 2017 Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menetapkannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor IAIN Pontianak. Hingga akhirnya pada tanggal 6 Juni 2018 bertepatan 21 Ramadhan 1439 H dirinya resmi dilantik oleh Menteri Agama RI sebagai Rektor IAIN Pontianak.

Wakil Rektor I (Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga)

Dr. Firdaus Achmad, M.Hum. Pejabat yang lahir di Pontianak, 30 September 1967 ini dipercaya sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga diharapkan dapat memberikan asa bagi kampus ini untuk beralih status menjadi UIN di masa akan datang.

Suami dari Hamidah dan ayah dari Dzulfiranda serta Adinda ini memulai pendidikannya di Sekolah Dasar Negeri No. 11 Pontianak. Ia pun melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah Negeri II Pontianak. Seiring berjalannya waktu ia pun melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pontianak. Pendidik berumur 51 tahun tersebut kemudian melanjutkan studinya pada Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Cabang Pontianak. Berkat dorongan dan keinginan yang kuat ia pun melanjutkan studi Strata 2 di Fakultas Filsafat Universitas Indonesia. Hingga akhirnya ia pun meraih gelar Doktor pada Filsafat Pendidikan, Universitas Pendidikan Islam Bandung.

“Belated awareness better than repeated mistakes” merupakan motto hidup yang selama ini dipegang oleh pejabat yang beralamat di Jl. Batas Pandang, Gg. Cipaganti No. 01 Pontianak ini. Sebelum memegang jabatan sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Pontianak, terlebih dahulu ia pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Syariah STAIN Pontianak. Selain itu ia pun pernah menjabat sebagai Kepala Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M) STAIN Pontianak. Kemudian pernah menjabat sebagai Pembantu Ketua Bidang Akademik STAIN Pontianak.

Wakil Rektor II (Bidang Administrasi Umum dan Keuangan)

Dr. H. Saifuddin Herlambang, MA. Salah satu pejabat termuda di lingkungan IAIN Pontianak dengan usia 45 tahun telah menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan IAIN Pontianak. Bernama lengkap Dr. H. Saifuddin Herlambang, MA lahir di sebuah kampung kecil bernama Gunting Saga, Kecamatan Kuala Hulu, Kabupaten Labuhan Batu pada 22 Oktober 1973. Ternyata ada rahasia di balik pemberian nama Saifuddin Herlambang, kedua orangtuanya sengaja memilih nama tersebut yang artinya pedang agama yang menjadi lambang.

Putra dari H. Amir Hasan Munthe dan Ibu Hj. Syamsinar Simanjuntak sedari awal memang sudah dididik dengan pendidikan agama. Tak heran rasanya mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi keseluruhannya berlatarbelakang agama. Pria yang pernah meraih Juara 1 MTQ Antar Mahasiswa di Lampung tersebut mengenyam pendidikan di SD Alwashliyah Gunting Saga. Kemudian melanjutkan pendidikannya di MTs Alwashliyah Gunting Saga. Selanjutnya mengenyam pendidikan di MA Medan Sumatera Utara. Ia pun merantau dan hijrah dari daerah asalnya menuju ibu kota dan melanjutkan studinya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lulus tahun 1999. Tak berselang lama setelah lulus S1, kemudian di tempat yang sama ia pun melanjutkan Strata 2 Jurusan Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lulus tahun 2004. Hingga akhirnya di tahun 2017 ia meraih predikat cumlaude untuk gelar Doktor pada Jurusan Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pria yang pernah dianugerahi sebagai profil ustadz terlaris-manis Ramadhan 2009 Versi Kaltim Post tersebut sejak dulu hingga kini selain berprofesi sebagai dosen/pengajar sekaligus pejabat di IAIN Pontianak, ia juga aktif memberi tausyiah di majelis taklim dan membimbing haji serta umroh.

Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama)

Dr. Abdul Mukti Ro’uf, MA. Pejabat, pendidik, sekaligus penulis ini memiliki nama lengkap Dr. Abdul Mukti Ro’uf, MA. Saat ini ia dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Pontianak. Dosen Filsafat Islam ini telah banyak menghasilkan karya baik berupa penelitian, jurnal, maupun buku.

Suami dari Khillatunnisa’ dan ayah dari Aini Zakiyah Fitri, Zaky Fikri Kamali, serta Azkia Dinda Kamila ini memulai jenjang pendidikannya di SDN 1 Cirebon, lulus tahun 1985. Selanjutnya menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Cirebon dan lulus tahun 1988. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di MA Darunnajah Jakarta, lulus tahun 1993. Keinginannya untuk terus menuntut ilmu membawanya untuk kuliah di IAIN Susqa Pekanbaru dan lulus tahun 1999. Kemudian ia melanjutkan studi Strata 2 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lulus tahun 2008. Terakhir ia pun dianugerahi gelar Doktor di kampus yang sama.

Dalam riwayat karir jabatannya, ia pernah menjadi Direktur Radio Komunitas PROKOM STAIN Pontianak tahun 2008-2010. Anggota Pengurus FKUB Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013-2017. Anggota Pengurus MUI Provinsi Kalimantan Barat Bidang Kajian dan Riset tahun 2013-2017. Anggota Pengurus LPTQ Provinsi Kalimantan Barat Bidang Media dan Dokumentasi tahun 2013-2017. Sekretaris Lembaga Qur’an Center Provinsi Kalimantan Barat tahun 2014-2018. Anggota Pengurus Bidang Kerjasama Lembaga Studi Islam dan Masyarakat (ELSIM) Kalimantan Barat. Anggota Pengurus Bidang Riset Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Kalimantan Barat.

Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak

Dr. Misdah, M.Pd, lahir di Sarang Burung kolam, 1 Februari 1970. Perempuan yang dikenal supel, baik, dan ramah ini berkediaman di Jl. Arteri Supadio Komplek Duta Bandara Permai Blok D1/5 Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Ibu dari Syifa Az-Zahra dan Shufi At-Tazkia  ini selain menjabat juga aktif mengajar mata kuliah Manajemen Pendidikan.

Bunda Misdah begitulah sapaan akrabnya memulai jenjang pendidikannya di SDN SB Kolam, lulus tahun 1983. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah Singkawang, lulus tahun 1986. Selanjutnya menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Singkawang, lulus tahun 1989. Berikutnya ia pun melanjutkan studi Strata 1 Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Cabang Pontianak. Berkat keinginan dan motivasi yang tinggi ia pun melanjutkan studi Strata 2 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, lulus tahun 2007. Proses tidak akan mengkhianati hasil, akhirnya pada tahun 2013 ia pun dianugerahi gelar Doktor Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.

“Hidup itu seperti mengayuh sepeda, maka teruslah bergerak agar hidupmu menjadi seimbang” merupakan motto hidup yang selama ini menjadi pegangannya dalam berbuat dan bertindak. Sebelum menjadi Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak, Bunda Misdah terlebih dahulu menjabat sebagai Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak pada periode 2014-2018.

Kepala Biro Auak IAIN Pontianak

Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si. Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Hal inilah kiranya yang dapat menggambarkan sosok yang memiliki nama lengkap Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si. Banyaknya pengalaman dalam dunia kerja membawanya kepada kedewasaan dalam bekerja. Suami dari Hj. Nurmasdiah, S.Pd dan ayah dari Muhammad Fadhly Akbar serta Muhammad Furqanul Islam selalu memakai otak dan hati dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. Inilah yang membuatnya selalu yakin dan ber-positif thinking dalam menjalani setiap tahap roda kehidupan.

Ayah 2 anak yang memiliki segudang pengalaman dan prestasi ini memulai jenjang pendidikannya    di SDN I Nanga Bunut, lulus tahun 1977. Kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Islamiah Putussibau, lulus tahun 1980. Masih di daerah yang sama ia melanjutkan studinya di SMAN Putussibau dan lulus tahun 1984. Pejabat yang pernah memperoleh penghargaan sebagai Terbaik I Laporan Penyelenggaraan Keuangan Kanwil Kemenag Se-Indonesia tahun 2016 ini melanjutkan ke jenjang perkuliahan Strata 1 di IAIN Syarif Hidayatullah Cabang Pontianak tahun, lulus tahun 1990. Dengan semangat dan kemauan yang tinggi ia pun melanjutkan kuliahnya di Strata 2 Administrasi Pendidikan FKIP UNTAN, sehingga meraih predikat Magister Pendidikan tahun 2004.

Berbuat kebaikan untuk memperbaiki diri karena hidup hanya sementara. Maka manfaatkan waktu untuk selalu berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Begitulah motto hidup yang selalu diamalkan oleh Mantan Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat ini. Hal ini pula yang mengasah kemampuan dan potensinya sehingga akhirnya dapat merasakan begitu banyak pengalaman dalam karirnya. Tahun 1992-1998 ia menjadi Guru MAN 1 Pontianak. Tahun 1998-1999 menjadi Guru PAI SMU 5 Siantan. Kemudian menjabat sebagai Kepala Sekolah MTsN Putussibau tahun 1999-2002. Berkat kesabaran dan ketekunannya dalam menghargai setiap pekerjaan akhirnya ia dipercaya menjadi Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2007-2014. Selanjutnya pada tahun 2014 ia dipercaya menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang. Amanah yang diemban semakin tinggi tatkala dirinya dipercaya menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat tahun 2014-2017. Hingga akhirnya tahun 2017 ia pun diamanahi oleh Menteri Agama RI untuk menjadi Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak.

Dekan FTIK IAIN Pontianak

Dr. Ali Hasmy, M.Si. Lahir di Sei Kunyit, 10 Oktober 1966. Pejabat yang pernah menjadi Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak di periode 2014-2018 ini resmi dilantik dan diamanahi tugas baru sebagai Dekan FTIK IAIN Pontianak Masa Jabatan: 2018-2022. Suami dari Erna Ekawati, S.Pd ini memiliki keahlian di bidang statistik yang jarang sekali dimiliki oleh orang banyak. Maka dari itu tidak heran dalam setiap keputusan maupun kebijakan yang diambil selalu berdasarkan data serta pertimbangan lainnya sehingga dapat menghasilkan produk maupun output yang berkualitas.

Dosen Statistik dan Penelitian & Evaluasi Pendidikan FTIK IAIN Pontianak ini memulai jenjang pendidikannya di SDN 1 Sei Kunyit, lulus tahun 1977. Kemudian menamatkan pendidikannya tahun 1981 di SMPN Sei Kunyit. Selanjutnya melanjutkan studinya di SPGN Mempawah, lulus tahun 1984 dan SMA Koperasi Pontianak, lulus tahun 1985. Kemudian ia pun melanjutkan studi Strata 1 di Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FKIP UNTAN, lulus tahun 1990. Semangatnya tidak luntur untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan, bukti nyatanya ia berhasil lulus tahun 2007 dan berhak menyandang gelar Magister di Jurusan Statistika FMIPA ITS. Pada tahun 2011 ia mendapat beasiswa Sandwich di College of Education, University of Illinois, USA. Tidak hanya itu ia pun akhirnya dianugerahi gelar Doktor di Jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2013.

Pejabat sekaligus pendidik yang memiliki motto “Lakukan yang terbaik, bersiap menerima yang terburuk” ini memiliki segudang pengalaman berkarir dalam jabatan yang diembannya. Ia pernah menjabat sebagai Kabag Akademik BAAK Universitas Muhammadiyah Pontianak tahun 1993. Ketua Pelaksana Tutorial Intensif PSM UPBJJ-UT Pontianak tahun 1994. Sekretaris PSM UPBJJ-UT Pontianak dan Kasubbag Kemahasiswaan Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Pontianak tahun 1995. Kepala UPT Komputer Universitas Muhammadiyah Pontianak tahun 2004. Dekan FAI Universitas Muhammadiyah Pontianak tahun 2004. Direktur Pascasarjana IAIN Pontianak tahun 2014-2018. Jabatan yang diembannya kini sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak tahun 2018-2022.

Dekan FUAD IAIN Pontianak

Dr. Ismail Ruslan, MA. Lahir di Pontianak, 25 Maret 1974, Salah satu pejabat muda di kabinet baru yang dinahkodai oleh Dr. H. Syarif, MA ini memiliki kelugasan dalam bekerja dan selalu berikhtiar yang terbaik bagi apapun yang dikerjakannya. Pria yang memiliki motto hidup “Bermanfaat Untuk Orang Lain” ini merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak Masa Jabatan: 2018-2022.

Memulai pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah Nahdhatul Ulama. Kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak. Selanjutnya ia pun melanjutkan pendidikannya di PGAN Pontianak. Pria yang tinggal di Jl. Karya Baru Gg. Karya Baru 6 No. 39 pun akhirnya melanjutkan studi Strata 1 di IAIN Pontianak. Tidak terhenti sampai disitu, dengan tekad dan keinginan yang kuat ia pun memutuskan untuk melanjutkan Strata 2 di Universitas Padjajaran. Ismail nama panggilan populernya ini pun melanjutkan kuliahnya di Strata 3 di perguruan tinggi yang sama.

Suami dari Nunik Hasriyanti dan ayah dari Nayla Fayyaza serta Khairunnisa H.A. Rahma ini pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Ekonomi Islam STAIN Pontianak Tahun 2010. Setelah sekian lama akhirnya ia pun diamanahi sebagai orang nomor satu di FUAD IAIN Pontianak.

Dekan FSEI IAIN Pontianak

Dr. H. Fachrurrazi, S.Ag., MM. Ia merupakan Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Pontianak Masa Jabatan: 2018-2022. Sosok yang telah banyak memiliki pengalaman baik dalam karir kerja maupun jabatan ini memiliki keyakinan, kemauan, dan keuletan dalam mengerjakan setiap pekerjaannya. Hal ini pun yang membawanya kepada kemandirian dan kedewasaan dalam setiap memecahkan setiap masalah.

Pejabat berumur 48 tahun yang memiliki motto hidup “Hargai usia dengan selalu berdoa, beriman, bertaqwa, berusaha, dan berkarya” ini duduk di bangku SD Muhammadiyah II Pontianak. kemudian ia pun melanjutkan pendidikannay di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur selama 7 tahun lamanya. Usai belajar dan mengabdikan dirinya di salah satu pondok modern terbesar di Indonesia tersebut, akhirnya ia kembali ke Kalimantan Barat untuk melanjutkan kuliahnya di IAIN Syarif Hidayatullah Cabang Pontianak. Dahaganya dalam menuntut ilmu membawanya melanjutkan studi di Strata 2 di Satya Gama Universitas Jakarta. Tidak berhenti sampai disitu saja ia pun meraih gelar Doktor setelah menempuh pendidikan Strata 3 di UIN Sunan Gunung Jati Bandung, Jawa Barat.

Pria yang memiliki pengalaman kerja sebagai Presiden Direktur Anugerah Kayu Manis Utama PT, Direktur Utama Salasah Lintas Benua, Founder 7co Café & lounge, Founder Fachroes Fordndation, Dewan Penasihat PITI Kalbar, Co. Founder Putra Jaya RB, dan Badan Pembina Yarsi Kalimantan Barat ini pernah menjabat sebagai Ketua Pusat Balai Bahasa STAIN Pontianak (2002-2005), Ketua Jurusan Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Pontianak (2017), Ketua STIKES Yarsi Pontianak (2017-2018), dan Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Pontianak (2018-2022).

Kabag. Perencanaan dan Keuangan

Suhaimi, S.Ag., M.Pd. Kelahiran Pontianak, 18 April 1976. Di samping menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan IAIN Pontianak juga dipercaya sebagai Ketua Forum Perencanaan PTKIN Se-Indonesia. Prestasi yang sangat membanggakan bagi seorang pria yang dulunya pernah berjualan apam pinang kala masih mengenyam pendidikan Aliyah di Pontianak.

Pria yang memiliki begitu banyak prestasi dan penghargaan di bidang akademik, non akademik, maupun prestasi dalam jenjang karirnya ini memulai pendidikannya di SD N No. 26 Parit Bugis Segedong. Kemudian menamatkan pendidikan di MTs. Al-Falah segedong. Selanjutnya dengan kegigihan dan kecerdasannya pria ini hijrah ke Kota Pontianak dengan menamatkan pendidikannya di MAN 2 Pontianak (A2) Fisika. Pada tahun 1999, suami dari Marfira Wati, S.Pd.I dan ayah dari Rayhan Muflih Zuhdy, Zahwan Alzena Zein, dan Zahin Alzena Zein ini memilih STAIN Pontianak menjadi destinasi pendidikan selanjutnya dengan memilih Program Studi Pendidikan Agama Islam. Tepat di tahun 2007 akhirnya pria kelahiran 42 tahun silam ini melanjutkan kuliah Strata 2 Administrasi Pendidikan di Universitas Prof. UHAMKA Jakarta.

Sebelum sukses di puncak karirnya sekarang ini, pria yang memiliki motto hidup: “Tidak ada yang tidak bisa dilakukan selama kita berusaha dan bekerja keras” ini semula menjabat sebagai Kepala Unit Perencanaan STAIN Pontianak tahun 2010-2014. Kemudian karena prestasinya yang dinilai berhasil dalam memangku jabatannya tersebut, di tahun berikutnya ia dipercaya menjabat sebagai Kasubbag Perencanaan IAIN Pontianak Tahun 2014-2017. Seiring dengan prestasinya di kancah nasional yang didapuk sebagai Sekretaris Forum Perencanaan PTKIN Se-Indonesia, tepat pada tahun 2017 hingga kini ia diamanahkan sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan IAIN Pontianak.

Kepala Bagian Umum

Sumarman, S.Ag. Lahir di Pontianak, 26 Desember 1970 ini dikenal sebagai pribadi yang tekun, gigih, dan teliti. Bahkan karena keterampilan dan kemampuannya tersebut banyak orang yang menjulukinya sebagai “Mygiver” nya IAIN Pontianak.

Berdomisili di Komplek Zal Khatulistiwa D12 Jl. Danau Sentarum Pontianak, suami dari Rasdiana dan ayah dari Faatimah Muthmainnah, Dzulfikri Rizdullah, dan Lathiifah Faathimah ini memulai jenjang pendidikannya di SDN 2 Nanga Bunut, Kapuas Hulu. Kemudian melanjutkan pendidikannya di MTs Nurul Hidayah, Jakarta Selatan. Kembali lagi ke Kalimantan Barat dengan melanjutkan studinya di MAS Darussalam Sengkubang, Mempawah. Hingga akhirnya memilih Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Cabang Pontianak sebagai jenjang pendidikan berikutnya.

Lelaki yang pernah menjadi siswa teladan dan lulusan terbaik Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Cabang Pontianak ini memulai karinya sebagai Kepala Pusat Komputer STAIN Pontianak Tahun 2005. Selanjutnya di tahun 2010 dipercaya menjadi Kasubbag Umum STAIN Pontianak. Lelaki yang biasa dipanggil Eman ini dipercaya menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak tahun 2014. Tak berselang lama di tahun 2015 ia dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan. Pada tahun berikutnya yakni 2016 hingga kini dirinya diamanahkan menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian Umum IAIN Pontianak.

Ternyata pria berkacamata ini punya motto hidup yang membuatnya sukses dalam melaksanakan tugas, yaitu: “Cekatan-Inisiatif-Ulet-Mahir (CIUM). Pasti Usaha Akan Sukses (PUAS)”. ungkapnya seraya tersenyum.

Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni

Suyati, S.Ag. Wanita kelahiran Madiun, 1 Oktober 1970 ini dikenal sebagian besar sivitas akademika IAIN Pontianak dengan kepribadiannya yang tegas dalam menegakkan setiap aturan maupun kebijakan dari pimpinan. Istri dari Mahdi Siregar dan ibu dari Reza Manjalang Muda Siregar, Ribhan Nafiz Siregar, dan Ribhin Ghulamulhaq Siregar ini juga merupakan satu-satunya wanita yang menduduki jabatan eselon IIIdi Biro AUAK IAIN Pontianak.

Pejabat berusia 48 tahun ini duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri Kincang I Madiun, lulus tahun 1983. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsnawiyah Negeri Madiun, lulus tahun 1986. Pada tahun 1989 ia pun menamatkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Madiun. Dengan tekad yang kuat akhirnya Ibu 3 anak yang tinggal di Jl. Sei Raya Dalam Komplek Griya Husada Blok P.28, Kubu Raya, Kalimantan Barat ini kemudian memutuskan untuk kuliah di Jurusan Perbandingan Agama IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan lulus tahun 1994.

Ternyata nasib dan takdir membawanya hijrah ke Pontianak dan memperoleh pekerjaan di STAIN Pontianak sebagai staf administrasi kala itu. Berkat kegigihan dan ketegasannya dalam setiap pekerjaan membawanya pada amanah yang lebih besar lagi yaitu sebagai Kasubbag Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan tahun 2014-2016. Tak lama berselang ia pun diamanahi jabatan sebagai Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni IAIN Pontianak tahun 2016-hingga kini.