Pontianak (iainptk.ac.id) Selasa, 06 Oktober 2026 – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melalui Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) menyelenggarakan Workshop Pelatihan Mushaf Al-Qur’an Isyarat di Gedung Aula A. Rani IAIN Pontianak, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dakwah Islam yang inklusif sekaligus membuka akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas.
Workshop tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan IAIN Pontianak, Fakultas Ushuluddin dan Adab, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Yayasan Akar Semesta Setara sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan.
Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Andi Musa, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan Mushaf Al-Qur’an Isyarat merupakan bentuk kewajiban dan kepedulian bersama untuk memberikan kesempatan yang setara kepada penyandang disabilitas dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.
“Saya memaknai kegiatan ini sebagai suatu kewajiban dan peran dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada teman-teman yang memiliki kekurangan. Mereka semua mempunyai hak untuk tahu bagaimana mempelajari serta mengamalkan Al-Qur’an,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam memperoleh pembelajaran agama, tetapi juga menjadi langkah untuk mempersiapkan mereka agar dapat berpartisipasi dalam berbagai ajang keagamaan, termasuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional.
“Di luar dari tanggung jawab kita untuk memberikan hak kepada mereka, kami juga ingin menyiapkan para disabilitas ini untuk ikut bersaing dalam lomba MTQ tingkat nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa para disabilitas juga mampu bersaing, dan beberapa dari mereka memiliki bakat dalam membaca dan memahami Al-Qur’an,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Pontianak, Dr. H. Udi Yuliarto, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan Mushaf Al-Qur’an Isyarat merupakan bagian dari implementasi dakwah Islam yang dapat diwujudkan melalui lingkungan akademik.
“Kita semua setuju dengan perkataan Pak Andi pada sambutannya tadi, bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk dakwah kita kepada umat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir memiliki peran strategis dalam memperkuat pemahaman dan spirit keislaman di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Melalui Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir inilah yang akan menjadi salah satu sarana memperkuat spirit keislaman di kampus kita, terkhususnya di dalam diri kita masing-masing,” jelasnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Wakil Rektor I IAIN Pontianak, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum. Ia mengapresiasi keterlibatan Yayasan Akar Semesta Setara dalam mendorong penguatan dakwah Islam yang memberikan ruang bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Saya mengucapkan big thanks untuk Yayasan Akar Semesta Setara. Kehadiran yayasan saat ini menunjukkan bahwa IAIN Pontianak siap memberikan peran dalam dakwah Islam,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan IAIN Pontianak tidak hanya diarahkan pada pengembangan aspek-aspek konkret dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga memiliki perhatian terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dan spiritual.
“Kampus kita tidak hanya peduli terhadap hal konkret, tetapi juga hal yang abstrak,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Andi Musa, S.H., M.H., yang dinilai terus menunjukkan konsistensinya dalam mendukung dakwah Islam, khususnya di wilayah Kalimantan.
“Terima kasih juga kepada Pak Andi Musa, karena hingga detik ini beliau masih konsisten terhadap nilai dakwah Islam di negara kita ini, terutama di Kalimantan ini,” ujarnya.
Pelaksanaan workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan Mushaf Al-Qur’an Isyarat, sekaligus menjadi langkah konkret dalam menciptakan akses pembelajaran Al-Qur’an yang lebih inklusif.
Melalui kegiatan tersebut, IAIN Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam menghadirkan dakwah yang dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Penulis : Aditya
Editor : Bambang




