IAIN Pontianak

Warek III IAIN Pontianak Perkuat Sinergi Pembinaan UKM dan UKK

Pontianak (iainptk.ac.id) Selasa, 6 Oktober 2026— Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Zaenuddin, M.A., menggelar silaturahmi dan rapat koordinasi bersama para pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) di ruang rapat Warek III pada (6/10/2026). Pertemuan ini bertujuan mempererat komunikasi sekaligus membahas berbagai hal terkait kegiatan dan pembinaan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Prof. Zaenuddin menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang bersedia mendampingi mahasiswa. Menurutnya, pembina berperan penting dalam membantu mahasiswa mengembangkan kreativitas serta menjalankan kegiatan organisasi secara positif dan terarah.

Anggaran Kegiatan

Salah satu pokok bahasan yang mendapat perhatian adalah anggaran kegiatan UKM/UKK. Anggaran yang semula mencapai Rp10 juta per tahun kini menjadi Rp8 juta setelah diberlakukannya kebijakan efisiensi. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi agar kegiatan mahasiswa dapat direncanakan dan dikelola dengan lebih baik.

Evaluasi Kegiatan dan Pembinaan

Para pembina membahas sejumlah kegiatan yang telah terlaksana dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi beberapa UKM juga menjadi perhatian, termasuk UKM Marching Band yang sempat tidak aktif selama beberapa tahun dan perlu didorong kembali agar berjalan.

Pembahasan turut mencakup pembinaan di LDK Assalam, Menwa, KSR, Olahraga/CDU, Rayscience band, Mapala, Pramuka dan Ormawa lainnya. Berbagai persoalan terkait etika dan pengelolaan organisasi dibicarakan bersama untuk mencari langkah yang tepat dalam mendampingi mahasiswa.

Rencana Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut, pihak rektorat berencana membuat grup WhatsApp khusus pembina agar komunikasi dan koordinasi lebih mudah. Rektorat juga mendorong pengembangan kembali klub minat mahasiswa, salah satunya Klub Qur’an, yang diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan tahfiz dan qari.

Selain itu, skema honorarium pembina melalui kegiatan mentoring akan dikaji. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pendampingan mahasiswa sekaligus memberi ruang bagi pembina untuk menjalankan perannya secara lebih optimal.

Tanggapan Pembina

Dosen IAIN Pontianak sekaligus pembina LDK Assalam, Dr. Cucu Nurjamilah, mengapresiasi pertemuan tersebut. Menurutnya, forum pembina organisasi mahasiswa menjadi ruang yang baik untuk memperkuat komunikasi dengan pimpinan kampus. Ia menilai komunikasi antara pimpinan dan pembina perlu terus dijaga karena pertemuan seperti ini dapat menjadi wadah untuk menyampaikan kondisi organisasi mahasiswa sekaligus mencari solusi bersama.

Rapat dilanjutkan dengan penyampaian masukan dari para pembina secara bergiliran. Melalui silaturahmi dan koordinasi ini, IAIN Pontianak berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara pimpinan, pembina, dan organisasi mahasiswa agar kegiatan kemahasiswaan berjalan lebih terarah dan mampu mengembangkan potensi mahasiswa.

Penulis : Fifi dan Fitri

Editor : Bambang

Scroll to Top