Pontianak (iainptk.ac.id) Jumat, 09 Oktober 2026 – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) IAIN Pontianak bersama Humas IAIN Pontianak, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA), serta panitia Musytaq Fest mengunjungi kantor Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (9/10/2026). Kunjungan ini merupakan rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan Musytaq Fest 2026, rangkaian kegiatan milad ke-13 Program Studi IAT.
Rapat dihadiri Dekan FUSHA Dr. H. Udi Yuliarto, Lc., M.A., Ketua Program Studi IAT Hepni Putra, Lc., M.Ag., Sekertaris Program Studi IAT Ica Fauziah Husnaini, M.Ag., Perwakilan Humas IAIN Pontianak Bambang Eko Priyanto, S. Kom.I., M.Pd, Rahmat, M.Ag. selaku Alumni Program Studi IAT IAIN Pontianak, Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) IAT, dan 12 panitia Musytaq Fest.
Dari pihak LPTQ Kalbar hadir H. Edi Setiawan, S. Ag, M. Pd selaku Koordinator Bidang Musabaqah Perhakiman, Drs. H. Lukmanul Hakim dan Hj. Dahlia Ahmad, S. Pd, serta tim administrasi dan teknologi informasi LPTQ.
Dalam rangkaian Musytaq Fest, Prodi IAT menyelenggarakan lomba tingkat SMA/MA/sederajat se-Provinsi Kalimantan Barat. Cabang yang dilombakan adalah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 10 juz dan 30 juz, serta Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK). Sejauh ini, Prodi IAT menjadi program studi pertama di lingkungan IAIN Pontianak yang menyelenggarakan kegiatan lomba MTQ berskala provinsi.
Pertemuan diawali sambutan dari kedua belah pihak, kemudian dilanjutkan pembahasan jadwal pelaksanaan lomba, penyampaian proposal dan rencana anggaran kegiatan, serta petunjuk teknis (juknis) lomba.
Dalam sambutannya, H. Edi SetiawanS. Ag, M. Pd berharap kerja sama ini membawa manfaat bagi kelancaran acara. “Mudah-mudahan dengan adanya kolaborasi ini, bisa sebagai jembatan agar suksesnya acara ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa LPTQ Kalbar menyambut baik kegiatan tersebut. “Dengan ini juga kami menyambut secara terbuka atas agenda yang diselenggarakan oleh FUSHA IAIN Pontianak ini,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Dekan FUSHA Dr. H. Udi Yuliarto, Lc., M.A. menyampaikan apresiasi atas sambutan tuan rumah. “Kami dari IAIN mengucapkan terima kasih banyak telah disambut di LPTQ Kalimantan Barat,” tuturnya.
Berdasarkan hasil pembahasan, pendaftaran lomba telah dibuka sejak 5 Oktober 2026 dan berlangsung hingga kuota peserta terpenuhi. Setiap cabang lomba (MTQ, MHQ, dan MQK) dibatasi maksimal 60 peserta. Technical meeting dijadwalkan pada 10 November 2026. Pembukaan sekaligus dimulainya babak penyisihan secara daring akan berlangsung pada 16 November 2026, dan babak final secara luring digelar di IAIN Pontianak pada 26 November 2026.
Ketua Program Studi IAT Hepni Putra, Lc., M.Ag. menjelaskan teknis pelaksanaan kegiatan. Seluruh lomba dipusatkan di lingkungan IAIN Pontianak.
Dari sisi teknologi, perwakilan LPTQ Kalbar yang membidangi IT memaparkan bahwa pelaksanaan lomba akan memakai aplikasi E-Maqra untuk pengacakan soal serta satu aplikasi musabaqah untuk penilaian. Pada babak final, panitia dapat menggunakan dua hingga empat unit televisi 50 inci. Peralatan pendukung akan dibantu dari perlengkapan yang dimiliki LPTQ, sementara operator siaran langsung (streaming) merupakan kerja sama IAIN Pontianak dan LPTQ Kalbar.
Dalam kesempatan itu, H. Edi Setiawan, S. Ag, M. Pd juga memberikan sejumlah saran bagi panitia, antara lain menyampaikan surat resmi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama dan madrasah aliyah agar informasi lomba menjangkau sekolah-sekolah peserta, serta memusatkan kegiatan di satu lokasi agar nuansa Musytaq Fest lebih terasa.
Melalui koordinasi ini, panitia berharap Musytaq Fest 2026 berjalan lancar dan menjadi wadah pembinaan generasi Qur’ani di Kalimantan Barat, sekaligus mempererat sinergi antara IAIN Pontianak dan LPTQ Provinsi Kalimantan Barat.
Penulis : Fahri (GenHI)
Editor : Bambang


