Pontianak (iainptk.ac.id) 10 Februari 2026 – Capaian akreditasi unggul yang diraih Program Studi Magister Ekonomi Syariah (MES) menjadi momentum strategis dalam penguatan tata kelola mutu akademik di lingkungan Pascasarjana. Keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan pencapaian administratif semata, tetapi juga menandai peningkatan kualitas kelembagaan, konsistensi pengembangan akademik, serta komitmen kolektif seluruh elemen kampus dalam membangun budaya mutu pendidikan tinggi.
Sebagai wujud rasa syukur atas capaian tersebut, Pascasarjana menggelar kegiatan Tasyakuran Akreditasi MES yang dirangkaikan dengan agenda Faculty Meeting. Kegiatan ini dihadiri pimpinan Pascasarjana, dosen, serta unsur terkait sebagai forum refleksi atas capaian yang diraih sekaligus ruang konsolidasi menuju agenda akademik semester berikutnya.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi MES, Dr. Luqman, M.S.I., menyampaikan bahwa predikat unggul yang diperoleh merupakan hasil kerja bersama yang terbangun melalui proses panjang, terukur, dan sistematis. Beliau menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi internal program studi mampu menghasilkan luaran signifikan dalam peningkatan mutu institusi.
“Alhamdulillah, hasil akreditasi MES unggul. Ini adalah hasil kerja kita bersama,” ujarnya.
Beliau menekankan bahwa keberhasilan ini tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan kontribusi para stakeholder yang secara langsung maupun tidak langsung turut mendukung proses penguatan kualitas program studi. Dukungan tersebut menjadi elemen penting dalam membangun kredibilitas program studi di tingkat nasional.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Zaenuddin, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan Faculty Meeting merupakan agenda penting yang mencerminkan budaya akademik Pascasarjana, terutama dalam menjaga kesinambungan antara capaian mutu dan perencanaan akademik ke depan. Beliau menggarisbawahi bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari mekanisme manajemen pendidikan tinggi yang menekankan evaluasi dan perencanaan berbasis kebutuhan institusi.
“Kegiatan Faculty Meeting ini merupakan bagian dari agenda Pascasarjana,” tuturnya.
Beliau menjelaskan bahwa setelah rangkaian tasyakuran, agenda dilanjutkan dengan rapat persiapan semester genap sekaligus evaluasi pelaksanaan semester sebelumnya. Dalam laporannya, Direktur Pascasarjana menyampaikan bahwa Pascasarjana saat ini menaungi lima program studi, dengan dua program studi yang telah meraih predikat unggul.
“Kami laporkan kepada pimpinan universitas bahwa Pascasarjana memiliki lima prodi, dua di antaranya unggul, yaitu MES dan MPAI,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau memaparkan perkembangan program studi lain yang tengah bergerak menuju penguatan mutu secara bertahap. Program Studi MPBA sedang melakukan persiapan menuju akreditasi, sementara Program Studi MSI mempersiapkan lulusan pertamanya sebagai bagian dari indikator keberlanjutan akademik. Adapun Program Studi DSI terus menata administrasi akademik sekaligus mempersiapkan penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bentuk adaptasi terhadap standar pendidikan tinggi yang semakin kompetitif dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I, Dr. Ali Hasil, M.Si., menegaskan bahwa capaian unggul harus dimaknai sebagai hasil kerja kolaboratif yang terstruktur. Beliau menekankan bahwa keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalankan hal-hal kecil yang sering kali dianggap sederhana namun sangat menentukan kualitas.
“Usaha itu memerlukan kerja sama. Kita tidak bisa mengabaikan hal-hal kecil. Kita semua harus berperan serta di dalamnya,” tegasnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada Program Studi MES atas keberhasilan meraih predikat unggul. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh program studi lain untuk terus memperkuat standar mutu, baik dalam aspek akademik, tata kelola, maupun layanan pendidikan.
“Selamat kepada MES yang memperoleh nilai unggul,” ucapnya.
Keberhasilan MES meraih akreditasi unggul menjadi indikator bahwa Pascasarjana terus bergerak pada jalur peningkatan mutu yang berkelanjutan. Akreditasi unggul bukan sekadar pengakuan formal dari lembaga penjamin mutu eksternal, melainkan refleksi budaya akademik yang tumbuh melalui evaluasi diri, inovasi kelembagaan, serta komitmen kuat dalam memperkuat kualitas tridarma perguruan tinggi.
Melalui kegiatan tasyakuran ini, Pascasarjana menegaskan komitmennya untuk menjadikan capaian unggul sebagai titik tolak dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang semakin profesional, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Penulis : Samsul
Editor : Bambang


